Foto: Ribuan Ikan Mati Akibat Diduga Air Kolam Yang Penuh Air Santan Kelapa

MINSEL -bhayangkaranewd24.id – Beberapa hari terakhir, viral di media sosial pistingan pistingan tentang ribuan ikan yang mati di tambak tambak milik masyarakat yang ada di kecamatan tumpaan tepatnya di perkebunan wilayah desa Matani kabupaten Minahasa Selatan.

Foto: Tambak Yang Diberdihkan Masih Banyak Cairan Limbah Dan Ikan Ikan Yang Mati.

Kejadian tersebut menimbulkan beberapa spekulan spekulan tentang air yang sengaja dicemari oleh suatu jenis limbah yang menyerupai santan kelapa yang sengaja dibuan di daerah aliran air menuju ke tambak tambak masyarakat.

Foto : Ribuan Ikan ikan yang mati dan mengambang

Kerugian yang mencapai ratusan juta tersebut memang sangat merugikan para pengusaha tambak yang ada, karna dilihat dari kondisi ikan tersebut, ada yang sudah waktunya panen, dan jenis ikan ada dua macam yaitu ikan Mujair dan Ikan Mas.

Beberapa Dugaan terjadinya hal tersebut, masyarakat pun hingga saat ini masih menduga duga apa penyebanya, memang jika dilihat dari bentuk fisik dari limbah tersebut adalah berupa santan kelapa, namun semua itu akan diketahui jika sudah melalui tes laboratorium.

Dan saat beberapa media pers menemui beberapa pengusaha tambak tersebut, mereka mengatakan bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Minahasa Selatan sudah mengambil air untuk dijadikan sample dan akan dibawah ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan.

Meskipun pengusaha tambak merasa rugi setelah ikan ikannya mati semua, namun pihak pengusaha tersebut berharap agar bisa menemui titik terang jika ada yang sengaja membuang limbah ke saluran air atau ke sungai yang airnya dipakai untuk tambak ikan mereka, ucap seorang pengusaha tambak yang merugi karna kurang lebih 80 ribu ekor ikannya mati semua tak tersisa.

Pengusaha tersebut mengatakan, awal mula mereka tau ikannya sudah mulai mati dan mengambang, saat itu mereka sementara makan siang di lokasi tambak, dan ada karyawan yang melihat ikan ikan sudah mati dan mengambang di kolam ikan, dan tak lama kemudian ribuan ikannya mati, begitu juga tetangga tetangga pengusaha ikan, punya mereka jga sudah mati, ucap seorang pengusaha.

Setelah kami lihat fenomena tersebut, dan ternyata air di kolam sudah berubah putih dan berminyak, juga sangat bau, dan memang kami tau itu adalah limbah santan kelapa, namun kami tidak tahu kalau itu sumbernya darimana, sedangkan di sekitar lokasi tidak ada perusahaan kelapa, lanjutnya.

Namun itu baru dugaan kami, dan kami sudah melaporkan ini ke pihak kepolisian polres Minsel, juga ke Pemerintah kabupaten dalam hal ini dinas terkait, dan biarlah pihak penegak hukum dan pemerintah yang menentukan penyebabnya ucapnya lagi.

Kami juga tidak mau jika kami dianggap menuduh siapa pelakunya, kami hanya bisa berharap agar pemerintah dan petugas terkait bisa usut tuntas, jika memang ada indikasi itu adalah limbah dari salah satu perusahaan, maka saya dan teman teman pengusaha tambak akan menuntut ke pihak yang melakukan hal tersebut, kami sudah rugi banyak, tak ada yang tersisa ikan ikan kami, tutup pengusaha tersebut.

Pantauan dari media bhayangkaranews24.id, bahwa hingga saat ini, sudah hari ketiga setelah kejadian, masih banyak ikan mati yang berada dilokasi dan sekitar lokasi tambak, dan airnyapun masih berminyak, dan sisa sisa cairan berbentuk seperti santan kental masih mengendap di dasar tambak yang sementara dibersihkan, bahkan di beberapa selokan air, masih banyak ikan ikan yang mati dan sudah berbau busuk.