Jakarta, Bhayangkaranews24.id –  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan pemerintah pusat mendapat penolakan keras dari Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN), Cak Rofi’i Mukhlis. Ia menyebut, program tersebut tidak hanya berisiko bagi keselamatan anak bangsa, tapi juga berpotensi mencoreng nama baik Presiden Prabowo Subianto, yang menurutnya sangat ia hormati.

 

“Saya ini sangat menghormati Presiden Prabowo. Tapi kalau program seperti MBG ini dipaksakan terus berjalan, saya khawatir malah jadi jebakan politik dan ancaman keselamatan. Saya tegas: lebih baik dihentikan total,” kata Cak Rofi’i.

 

Menurutnya, MBG rawan menimbulkan banyak masalah, mulai dari potensi makanan basi, keracunan massal, hingga praktik korupsi di tingkat pelaksana.

 

“Lebih baik anak-anak tidak makan tapi sehat, daripada makan tapi berisiko keracunan. Ini bukan soal kenyang, tapi soal nyawa dan masa depan,” tegasnya.

 

Cak Rofi’i juga menyarankan agar bantuan dari negara tetap diberikan, namun dalam bentuk yang lebih aman dan efektif, seperti uang saku atau dukungan langsung ke keluarga penerima manfaat.

 

“Kalau tujuannya bantu rakyat miskin, kasih saja mereka uang jajan, atau bantu UMKM ibu-ibu untuk jualan makanan bergizi. Jangan dengan program makan massal yang berisiko tinggi,” jelasnya.

 

Ia menekankan bahwa penolakan ini bukan bentuk pembangkangan, melainkan bentuk kepedulian terhadap Presiden dan rakyat.

 

“Kalau Hormat dan Sayang sama Presiden, kita harus berani bicara. Jangan sampai niat baik Pak Prabowo dirusak oleh pelaksana di bawah. Lebih baik dihentikan sekarang sebelum ada korban,” tutup Cak Rofi’i.

 

(Tim Redaksi – Bhayangkaranews24.id)