Tangerang — bhayangkaranews24.id. Proyek pengerjaan jalan hotmix di Desa Kemiri, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, kini menjadi sorotan tajam publik. Ketua Forum Jurnalis Kemiri, Agus Saparudin, menilai pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dan berpotensi merugikan masyarakat.
Menurut hasil pemantauan lapangan yang dilakukan tim Forum Jurnalis Kemiri, ditemukan adanya ketebalan aspal yang tidak seragam di beberapa titik. Ketebalan lapisan hotmix disebut hanya sekitar 1 cm hingga 2 cm, jauh dari standar teknis yang semestinya diterapkan untuk jalan umum.
“Kami menemukan perbedaan ketebalan yang mencolok di sejumlah ruas jalan. Ada bagian yang sangat tipis bahkan kurang dari dua sentimeter. Ini jelas patut dipertanyakan — di mana pengawasan proyeknya?” ujar Agus di lokasi, Kamis (6/11/2025).
Agus menegaskan, ketidaksesuaian ketebalan tersebut akan berdampak serius terhadap daya tahan jalan, yang bisa cepat rusak, berlubang, dan membahayakan pengguna jalan. Ia menyebut kondisi itu sebagai bentuk kelalaian yang tidak bisa ditoleransi.
“Masyarakat berhak mendapatkan hasil pembangunan yang berkualitas. Jangan sampai proyek hanya mengejar selesai, tapi mengorbankan mutu,” tegasnya.
Atas temuan tersebut, Forum Jurnalis Kemiri mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat Kabupaten Tangerang untuk segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut. Mereka meminta audit dilakukan secara transparan, independen, dan profesional, agar publik mendapat kejelasan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat diproses hukum bila terbukti terjadi pelanggaran.
“Kami minta BPK dan Inspektorat tidak tinggal diam. Jika ada penyimpangan, harus diusut tuntas. Publik menunggu langkah tegas pemerintah daerah,” kata Agus.
Forum juga mengingatkan Pemkab Tangerang agar lebih selektif dalam menunjuk kontraktor. Perusahaan dengan rekam jejak buruk, kata Agus, seharusnya tidak lagi diberi ruang untuk menangani proyek infrastruktur publik.
Dengan adanya pengawasan ketat dari lembaga pengaudit dan peran aktif media, diharapkan kualitas pembangunan di Kabupaten Tangerang benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat — bukan sekadar formalitas proyek tahunan.
Sumber: Forum Jurnalis Kemiri
(AM-212)



