Foto: Fietber Racco Kadispora Minsel

MINSEL – bhayangkaranews24.id – Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII tahun 2025 sedang dilaksanakan di kota manado.

Kontingen dari kabupaten Minahasa Selatan juga menjadi peserta dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut, dan mengikutkan 429 atlit dari 24 cabang olahraga, belum terhitung pengurus KONI dan panitia dari dinas pemuda dan olahraga yang menjadi panitia inti dalam kepengurusan Atlit hingga pengelolaan dana atlit dari kabupaten Minsel.

Namun sayangnya, ada beberapa pengurus cabang olahraga, yang merasa kurang dengan dana yang diberikan untuk pengelolaan cabor mereka, bahkan mencurigai adanya praktek “Sunat” dana cabor.

Menamggapi hal tersebut, Saat dihubungi via telpon selular, Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga (Kadispora) kabupaten Minahasa Selatan Fietber Racco, angkat bicara tentang rumor yang beredar tersebut.

Sebelum saya menjelaskan tentang dana porprov, saya mau sampaikan bahwa, biasanya jumlah atlit porprov yang ikut ajang ini, hanya sekitar 300 an atlit, tapi saat ini, kami mengirim 429 atlit, ucap Racco mengawali pembicaraan.

Menurut Racco, bahwa dana yang ada, dan yang sudah dibagikan kepada cabor, sudah sesuai dengan dana yang tersedia untuk dibagikan ke 24 cabor yang ikut dalam ajang porprov saat ini.

Memang benar, jika ada yang belum paham dan langsung menilai ada kejanggalan, itu wajar saja, karna sejak awal, atau rapat pertama ada salah satu cabor yang belum didaftarkan sebagai peserta yang akan mengirimkan atlitnya, yaitu cabor GateBall, namun setelah didaftarkan, maka dana pun akan dibagikan juga kepada mereka, dan perlu diketahui, semua cabor juga ada pemotongan pajak.

Yang jelas, ada tiga cabor yang. memakan biaya besar karna memang jumlah atlitnya juga besar, yaitu Sepak Bola, Volley Ball dan Basket Ball.

Dana untuk porprov hanya ada 300 juta, tidak ada dana hibah dari pemkab, untuk itu, dengan jumlah 24 cabor dan 429 atlit, maka kami membuat perhitungan se-teliti mungkin, mulai dari makan minum dan seragam, juga untuk uang saku atlit.

Perlu diketahui bahwa setiap atlit, diberi uang saku sebesar 200 ribu, dan itu diberikan langsung kepada atlit, tanpa perantara, kami hanya bisa memberikan uang saku seperti itu, karena memang dana kami sangat terbatas.

Perlu diketahui juga, bahwa untuk dana porprov, jika dibandingkan dengan daerah lain, dana porprov untuk minsel adalah paling terendah dari semua kabuaten/kota, selisih 100 juta dari kota Tomohon sebesar 400 juta, dan yang lainnya hingga capai 1 milyar, ucap Racco.

Untuk itu, sebagai kadispora, yang mengurus berbagai urusan terkait Porprov 2025 beserta anggarannya, saya berharap, jika ingin tau perhitungannya, bisa bertanya langsung, atau saya siap memberikan keterangan, sekaligus dengan kwitansi yang ditandatangani bersama pengurus cabor dan atlit, lanjut Racco.

Jadi saya bisa katakan bahwa untuk anggaran dana porprov saat ini, di ibaratkan seperti nasi tanpa ikan, meskipun ada nasi dan sayur, tapi kalau tidak ada ikan, pasti rasanya tidak enak, ucap Racco.

Dan mengenai pendampingan cabor, itu sudah diberikan wewenang kepada masing masing pengurus dan pendamping, dan saya berharap kepada atlit dari seluruh cabor peserta Porprov XII tahun 2025, khususnya atlit dari Minsel, untuk tetap semangat, dan berikan yang terbaik untuk Minsel karena itu juga adalah modal pribadi kalian, anggaran boleh kecil, tapi semangat harus besar.

Meskipun dana terbatas, namun daya juang tidak boleh terbatas, tetap semangat, karna pastinya jika ada atlit yang mendapat medali, pasti akan ada bonus untuk atlit, dan saya optimis atlit dari minsel akan mendapat medali medali dalam Porprov XII tahun 2025 imi, Bravo tim Porprov Minsel, tutup Racco.

Robby.