Jakarta — Bhayangkaranews24.id, Pernyataan tegas Cak OFi, tokoh Nahdliyyin yang dikenal lantang dalam isu sosial-keagamaan, kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya 7 bulan lalu mengenai keterlibatan sebagian pihak dalam usaha tambang mencuat kembali di tengah diskusi publik soal lingkungan hidup.

Dalam pernyataannya saat itu, Cak OFi menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) seharusnya menjaga marwah organisasi dengan menjauhi aktivitas ekonomi yang berpotensi merusak lingkungan.

“NU jangan sampai menjadi aktor perusak lingkungan lewat dukungan atau keterlibatan dalam usaha tambang. Kalau ingin memperkuat ekonomi umat, lakukan saja gerakan sederhana seperti Gerakan 2.000 Rupiah yang jelas-jelas lebih berkah dan tidak mencederai alam,” ujarnya.

Cak OFi menilai organisasi sebesar NU memiliki kekuatan sosial yang luar biasa untuk menggerakkan ekonomi masyarakat tanpa harus terlibat dalam sektor usaha yang memiliki risiko besar terhadap kerusakan ekologis. Ia menegaskan bahwa Gerakan 2.000 Rupiah — sebuah inisiatif pengumpulan dana kecil namun konsisten — jauh lebih aman, inklusif, dan membawa manfaat nyata bagi kemandirian ekonomi umat.

Ia juga mengajak seluruh warga Nahdliyyin untuk tetap kritis serta memiliki kesadaran tinggi terhadap isu-isu lingkungan, memastikan bahwa setiap langkah organisasi dan individu selalu berada pada jalur kemaslahatan.

“Menjaga alam adalah bagian dari menjaga amanah Allah. Jangan sampai kebaikan yang ingin kita capai justru berubah menjadi mudarat karena mengabaikan dampak ekologis,” tambahnya.

Pernyataan Cak OFi yang disampaikan 7 bulan lalu itu kembali ramai diperbincangkan, terutama di kalangan aktivis lingkungan dan warga NU yang konsisten menolak praktik eksploitasi alam yang tidak berkelanjutan.

Dengan suaranya yang tegas, Cak OFi berharap NU tetap menjadi teladan dalam menjaga bumi sekaligus mendorong gerakan ekonomi umat yang lebih bermoral, mandiri, dan berpihak pada keberlanjutan lingkungan.

 

(AM-212)