JAKARTA — Bhayangkaranews24.id, Leader Nahdliyyin United Cak OFi, melontarkan kritik tajam terhadap sikap PBNU yang dinilai tetap mendukung Indonesia berada dalam forum internasional Board Of Peace. Pernyataan itu disampaikan secara langsung di hadapan para awak media saat acara buka bersama di resto kampung family, Minggu (02/3/2026).

Dokumen Yang Viral di Medsos

Dalam pernyataannya, Cak OFi menilai posisi tersebut tidak sensitif terhadap situasi geopolitik dan perasaan sebagian umat Muslim menyusul wafatnya pemimpin Iran, Ali Khamenei. Ia secara terbuka menyatakan dukungan terhadap sikap Majelis Ulama Indonesia yang meminta Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan langkah keluar dari forum tersebut.

 

“Jika sikap organisasi sebesar PBNU justru bertolak belakang dengan suara keprihatinan umat, maka itu patut dievaluasi secara serius,” tegasnya.

 

Ia juga menyoroti kepemimpinan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, dengan pernyataan keras bahwa arah kebijakan organisasi harus selaras dengan sensitivitas umat global. Menurutnya, bila sikap yang diambil terus memicu kontroversi dan dianggap melukai solidaritas umat, maka wajar muncul tuntutan moral agar dilakukan koreksi kepemimpinan.

 

Cak OFi menegaskan kritiknya bukan serangan personal, melainkan bentuk tekanan publik agar organisasi keagamaan besar tetap menjaga marwah historis para pendiri dan tokohnya. Ia menyebut bahwa konsistensi sikap terhadap isu internasional menjadi tolok ukur kredibilitas moral lembaga keagamaan di mata masyarakat.

 

Hingga laporan ini diterbitkan, pihak PBNU belum memberikan respons resmi atas pernyataan tersebut. Pengamat menilai pernyataan keras ini menunjukkan meningkatnya tensi perbedaan pandangan di ruang publik terkait posisi Indonesia dalam isu global, khususnya yang bersinggungan dengan solidaritas umat dan politik internasional.

 

(AM-212)