Jakarta Selatan – bhayangkaranews24.id, Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif di kalangan santri terus diperkuat melalui kolaborasi antara Badan Narkotika Nasional dan RMI NU DKI Jakarta dalam sebuah seminar bertajuk “Vape dalam Bahaya”. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 17 April 2026 pukul 13.00 WIB di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Ketua RMI NU DKI Jakarta, Rakhmad Zailani Kiki, menegaskan bahwa seminar ini menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran kolektif di lingkungan pesantren terhadap bahaya penggunaan vape yang kian marak di kalangan generasi muda.
Menurutnya, vape bukan sekadar tren gaya hidup, tetapi berpotensi menjadi pintu masuk terhadap penyalahgunaan zat berbahaya yang lebih luas. Oleh karena itu, pesantren harus mengambil peran aktif dalam melakukan edukasi dan pengawasan terhadap santri.
“Pesantren harus menjadi benteng utama dalam menjaga akhlak dan kesehatan generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman yang utuh kepada para santri tentang bahaya vape dan kaitannya dengan ancaman narkoba,” ujarnya.
Seminar ini rencananya akan menghadirkan Kepala BNN, Suyudi Ario Seto, serta Ketua Umum BKN, Muhammad Rofi Mukhlis, sebagai narasumber yang akan mengupas berbagai aspek bahaya zat adiktif serta langkah-langkah pencegahannya.
Rakhmad Zailani Kiki juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah dalam menghadapi tantangan moral generasi muda. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal dari gerakan berkelanjutan di lingkungan pesantren dalam memerangi narkoba.
“Ini adalah ikhtiar bersama. Pesantren tidak boleh lengah. Kita harus hadir di garda terdepan dalam menjaga generasi bangsa dari pengaruh buruk narkoba dan zat adiktif,” tegasnya.
Dengan digelarnya seminar ini, diharapkan pesantren-pesantren di bawah naungan NU semakin aktif dalam melakukan sosialisasi bahaya narkoba, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai pusat pembinaan moral dan spiritual generasi muda Indonesia.
(AM-212)



