Serang – Bhayangkaranews24.id, Ketua Tanfidziah PWNU Provinsi Banten, KH. Abi Hafiz Gunawan, S.Pd.I., menghadiri peringatan Haul ke-133 ulama besar Nusantara, Syekh Nawawi al-Bantani, yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Annawawi Tanara, Kabupaten Serang. 17 April 2026

Berdasarkan dokumentasi kegiatan, acara berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri sejumlah ulama sepuh, para kiai, serta tokoh masyarakat dan pejabat daerah. Tampak pula kehadiran jajaran pengurus Nahdlatul Ulama dari berbagai tingkatan, para pimpinan pondok pesantren, serta ribuan santri dan jamaah yang memadati lokasi acara.

 

Selain itu, beberapa tokoh nasional dan daerah terlihat hadir di panggung utama bersama para masyayikh, memperkuat nuansa kebersamaan antara ulama dan umara dalam momentum haul tersebut. Kehadiran mereka menjadi simbol penghormatan atas jasa besar Syekh Nawawi al-Bantani dalam membangun tradisi keilmuan Islam yang kokoh di Nusantara.

 

Dalam perspektif ulama klasik, tradisi haul memiliki landasan kuat sebagai bentuk tabarruk (mengambil keberkahan) dan mengenang jasa para ulama. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab I’anah at-Thalibin, bahwa mencintai dan memuliakan ulama merupakan bagian dari pendekatan diri kepada Allah SWT.

 

Dengan terselenggaranya haul ke-133 ini, diharapkan semangat meneladani perjuangan Syekh Nawawi al-Bantani semakin tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan umat dalam menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

 

Dalam sambutannya, KH. Abi Hafiz Gunawan Selaku Ketua Tanfidziyah PWNU Provinsi Banten menyampaikan bahwa hikmah dari kehadiran Haul Syekh Nawawi Al-Bantani adalah tumbuhnya rasa malu dalam diri kita. Hal ini karena Syekh Nawawi Al-Bantani telah membuktikan sepanjang hidupnya diisi dengan keilmuan, hingga melahirkan ratusan karya kitab. Sementara kita, masih belum mampu sepenuhnya mengikuti jejak perjuangan dan dedikasi beliau dalam bidang ilmu.

 

Pada kesempatan tersebut, Ketua Tanfidziyah PWNU Banten juga menekankan pentingnya persatuan para pimpinan pondok pesantren se-Banten sebagai langkah strategis dalam penguatan dan kebangkitan ekonomi pesantren. Sebagai bentuk ikhtiar nyata, beliau merencanakan pembentukan Konsorsium Pengusaha Pimpinan Pondok Pesantren Banten (KP3B).

Lebih lanjut, disampaikan bahwa upaya penguatan ekonomi yang telah dilakukan PWNU Banten mulai menunjukkan hasil, salah satunya dengan hadirnya produk air mineral dalam kemasan “Cibaduy” sebagai wujud kemandirian ekonomi pesantren.

 

 

(AM-212)