Bhayangkaranews24id,TANJUNG PURA – Program ketahanan pangan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Pura mendapat perhatian langsung dari Direktorat Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Tim melakukan kunjungan kerja sekaligus uji petik dalam rangka penyusunan Pedoman Ketahanan Pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan yang berlangsung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Tanjung Pura, Rabu (7/10/2026), menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung pelaksanaan program pemberdayaan warga binaan di lapangan.

Kunjungan tersebut didampingi langsung Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Pura, Fransisco Pandia, bersama jajaran pejabat struktural dan staf. Kehadiran jajaran Rutan Tanjung Pura sekaligus menunjukkan komitmen dalam memperkuat sinergi untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Uji petik dilakukan untuk menghimpun data dan informasi secara langsung terkait penerapan program ketahanan pangan. Tim tidak hanya melihat hasil yang telah dicapai, tetapi juga menggali pola pengelolaan, berbagai kendala, serta potensi pengembangan program yang dapat diterapkan secara lebih luas di satuan kerja pemasyarakatan.

Dalam peninjauan tersebut, Ketua Kelompok Kerja Kegiatan Kerja dan Pemberdayaan Ekonomi Narapidana, Parlindungan Siregar, bersama tim melakukan verifikasi terhadap berbagai sektor ketahanan pangan yang dikelola Rutan Tanjung Pura.
Pengecekan meliputi sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu produk yang turut menjadi perhatian adalah produksi telur asin “Ketahanan Pangan Rutan Tanjung Pura” sebagai bagian dari upaya mengembangkan keterampilan dan produktivitas warga binaan.
Program tersebut tidak sekadar diarahkan pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian. Warga binaan diberikan ruang untuk belajar, bekerja, mengembangkan keterampilan, sekaligus membangun pengalaman yang dapat menjadi modal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Hasil uji petik selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan masukan dalam penyusunan pedoman baku ketahanan pangan bagi jajaran pemasyarakatan. Pedoman tersebut diharapkan mampu menciptakan pola pembinaan yang lebih terarah, terukur, aplikatif, dan berkelanjutan.
Dengan penguatan program ketahanan pangan, pemasyarakatan tidak hanya berbicara tentang pembinaan di balik tembok, tetapi juga tentang mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan dan kemandirian untuk menata kembali kehidupannya setelah bebas.
Seluruh rangkaian kunjungan kerja dan uji petik berlangsung aman, tertib, dan lancar. Rutan Tanjung Pura terus berkomitmen menjadikan program ketahanan pangan sebagai bagian nyata dari pembinaan yang memberikan manfaat, baik bagi warga binaan maupun masyarakat.



