Bhayangkaranews24id,SIDIKALANG,—Di balik tembok pembatas, harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik terus tumbuh. Suasana penuh khidmat menyelimuti pelaksanaan Ibadah Minggu warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sidikalang yang berlangsung di Gereja Imanuel, Minggu (11/10/2026).
Dengan penuh kesungguhan, warga binaan mengikuti rangkaian ibadah, melantunkan doa, serta menaikkan puji-pujian sebagai ungkapan iman dan pengharapan kepada Tuhan.
Ibadah ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, melainkan juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk menenangkan hati, memperkuat iman, dan merenungkan perjalanan hidup. Di tengah keterbatasan ruang dan kebebasan, mereka tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri serta menata masa depan yang lebih baik.
Tembok boleh membatasi langkah, tetapi tidak dapat membatasi doa dan harapan. Setiap doa yang dipanjatkan menjadi pengingat bahwa masa lalu bukanlah akhir dari segalanya. Selalu ada kesempatan untuk bertobat, berbenah, dan memulai lembaran baru dengan semangat perubahan.

Melalui kegiatan pembinaan kerohanian ini, Rutan Kelas IIB Sidikalang terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan kehidupan spiritual, membangun karakter positif, serta menumbuhkan nilai-nilai kebaikan sebagai bekal menjalani kehidupan di masa mendatang.
Sebab, pembinaan sejatinya bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga tentang memulihkan harapan, memperbaiki diri, dan mempersiapkan langkah untuk kembali ke tengah masyarakat.
Di balik tembok pemasyarakatan, iman tetap bertumbuh, doa terus terucap, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik tidak pernah padam.
#Kemenimipas
#Ditjenpas
#GuardAndGuide
#PemasyarakatanPastiBerdampak



