Tulang Bawang Barat, bhayangkaranews24.id-Maraknya pembuatan arang menggunakan tungku yang menyebabkan polusi udara apa lagi ditambah kesadaran dari pengusaha tungku yang umumnya masyarakat setempat jauh dari kata memahami betapa berharganya kesehatan, hingga para pengusaha pembuat arang membuat tungku berada di pemukiman masyarakat yang akhir-akhir ini banyak dikeluhkan masyarakat sekitar tungku arang yang merasa terganggu dengan asap pembuatan arang yang dapat mengganggu pernapasan dan paru-paru sesak.

Protes masyarakat sekitar tungku pembuatan arang terjadi di tiyuh/desa Indraloka 1 kecamatan Way Kenanga kabupaten Tulang Bawang Barat Lampung pada hari Kamis ( 13/7/2023 ) sekira pukul 9,00 WIB.

Dari dasar keresahan masyarakat sekitar tungku arang karena asapnya mengganggu pernapasan pemerintah tiyuh/desa Indraloka 1 merespon cepat dengan berkoordinasi dengan aparatur kecamatan Way Kenanga anggota Babinsa 412-01 TBT Pos Way Kenanga Babinkantibmas Subsektor Way Kenanga Polsek Lambu Kibang, mengadakan rapat kordinasi mencari solusi dan jalan menanggulangi asap tanpa harus merugikan pengusaha pembuatan arang.

Rapat kordinasi bersama itu dihadiri Camat Way Kenanga Iskandar beserta jajaran kasubsektor Way Kenanga Ipda Dian Purnama berserta anggota Babinkantibmas Dan Pos Koramil Way Kenanga Sertu Yudi DP anggota Babinsa Serda Ashar.

“Dari pantauan wartawan setelah rapat kordinasi bersama itu ditindaklanjuti dengan pengecekan secara langsung ke lokasi tungku pembuatan arang di dusun Sido Agung dan dusun-dusun lainnya yang masih masuk tiyuh/desa Indraloka 1, setelah turun secara langsung dan melihat kondisi di lapangan sesuai yang dikeluhkan masyarakat terkait asap yang sangat menggangu pernafasan Dan Pos Koramil Way Kenanga Yudi DP memberikan tanggapannya kepada wartawan.

“Setelah kami dan tim melihat kondisinya seperti yang dikeluhkan masyarakat sesuai fakta maka kami akan adakan musyawarah kembali secepatnya dengan petugas yang saat ini hadir di desa Indraloka 1 untuk mencarikan solusi terbaik untuk menanggulangi asap pembuatan arang agar masyarakat terhindar dari bahaya sakit paru-paru dan pernafasan namun tidak lantas harus merugikan pengusaha arang mereka itukan masih masyarakat satu desa yang memang harus difikirkan oleh pemerintah setempat agar tidak timbul diskomonikasi, kami akan upayakan jalan terbaik bersinergi dengan kepala desa,”pungkas Sertu Yudi DP (*).

ARSB / Tim