Padang Lawas, bhayangkaranews24.id – Peringatan Hari KORPRI Ke-52 juga dilaksanakan di Kabupaten Padang Lawas Provinsi Sumatera Utara. Bertindak sebagai inspektur upacara, Plt Bupati drg. Ahmad Zarnawi Pasaribu, CHt,. MM,. M.Si,. MH. dan membacakan pidato Mendikbud dan Ristek Indonesia Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A.

Upacara dihadiri Ketua KORPRI Padang Lawas (Sekda), Arpan Nasution S,Sos, Forkopimda, ASN Lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas. Juga hadir Ketua PGRI Bidarlis Nur Ibrahim Rangkuti, ST, berlangsung di halaman Kantor Bupati Padang Lawas, SKPD Terpadu Sigala gala, Kecamatan Barumun, Rabu (29/11/2023).
Usai upacara, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Padang Lawas, Bidarlis Nur Ibrahim Rangkuti, ST (Kepala SMK 1 Barumun) mengatakan kepada media ini organisasi PGRI dibawah naungan KORPRI,” dirinya merasa bersyukur pada tahun ini dirinya masih dapat mengikuti peringatan hari Korpri yang ke 52,” tuturnya.
Kata Bidarlis, awal mula KORPRI tidak lepas dari keberadaan orang Indonesia yang bekerja di bawah kekuasaan Belanda di zaman penjajahan. Ketika kekuasaan Belanda jatuh, semua mantan pegawai pemerintah Hindia Belanda dipekerjakan oleh pemerintah Jepang.
“Kala itu, pegawai pemerintah diambil dari kaum bumiputera. Kedudukan mereka sebagai pegawai berada di kelas terbawah,’ terangnya.
Begitu berdiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), semua pegawai Jepang diubah menjadi Pegawai NKRI. Usai pengakuan kedaulatan RI, tanggal 27 Desember 1949, semua pegawai RI, pegawai RI non Kolaborator, dan pegawai pemeirintah Belanda berganti menjadi Pegawai RI Serikat.
“Perjalanan pegawai pemerintah mengalami masa panjang. Sampai akhirnya di zaman pemerintahan Presiden Soeharto diberikan wadah melalui KORPRI mulai 29 November 1971,’ jelas Bidarlis menguraikan sejarah ringkas Korpri.
Untuk itu, tambah Bidarlis, organisasi PGRI Kabupaten Padang Lawas sebagai bagian dari organisasi KORPRI akan selalu melakukan pembinaan kepada para dan bimbingan kepada para dewan pengajar di sekolah agar meningkatkan kuwalitas mengajar, bukan kuwantitas untuk mengisi citacita bangsa ini, mencerdaskan kehidupan bangsa,” terangya.
Para guru memiliki peran krusial untuk membentuk generasi penerus yang unggul dan berdaya saing sehingga guru harus menciptakan transformasi positif bagi pendidikan di Palas,” kata Bidarlis.
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Barumun ini berharap perlu upaya untuk terus mendorong para guru mengembangkan kualitas dan kompetensi agar mampu menghadapi tuntutan zaman yang semakin kompleks.
”Semangat transformasi dan perbaikan kualitas pendidikan menjadi landasan utama dalam mewujudkan Indonesia maju melalui pembentukan generasi penerus yang kompeten,” tandasnya.
Setelah upacara selesai dilanjutkan dengan penyerahan sembako kepada lansia dan panti jompo secara simbolis dengan jumlah sembako sebanyak 150 paket dan penyerahan tali asi kepada pensiunan dan yang meninggal ASN sebanyak 24 orang.
(YM298).



