TangerangbhayangkaraNews24.id, Pak Samsudin adalah seorang petani milenial yang berasal dari Kampung Rw Lumpang, Desa Salembaran Jati. Dia dikenal karena dedikasinya dalam membudidayakan tanaman anggur dan melon dengan cara yang sederhana namun efektif

(Selasa 30 Juli 2024)

Dengan pengalaman lokal yang dimilikinya, Pak Samsudin berhasil menciptakan kebun yang tidak hanya menghasilkan, tetapi juga menarik minat wisatawan.

 

Jenis Tanaman dan Luas Pekarangan

Di lahan seluas 300 m², Pak Samsudin menanam 20 jenis anggur yang beragam. Selain anggur, dia juga membudidayakan 2 jenis melon di area seluas 200 m². Pendekatan ini memperlihatkan inovasi dan keberagaman dalam pertanian lokal, yang memberikan keuntungan ekonomi bagi dirinya dan komunitas.

 

Hasil Produksi Siklus panen melon berlangsung selama 70 hari, dengan total 600 polibek atau sekitar 1 ton setiap kali panen. Sementara itu, anggur dipanen setiap 8 bulan hingga 1 tahun, dengan hasil antara 100 kg hingga 200 kg di setiap panen. Hasil ini tidak hanya mencukupi kebutuhan pribadi, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi lokal.

 

“Sapa Pak Samsudin menjalankan budidaya tanamannya dengan pendekatan yang sederhana dan memanfaatkan pengalamannya sebagai modal utama. Dia menggunakan metode tradisional dan tidak tergantung pada input dari luar, yang menunjukkan keberlanjutan dalam praktek pertaniannya. Insya Allah, upayanya dapat menjadi yang terbaik untuk lingkungan dan masyarakat.

 

Program Wisata dan Positif utk Masyarakat Melalui program wisata yang direncanakan, Pak Samsudin berharap dapat mengedukasi generasi muda tentang pertanian dan keberlanjutan. Dengan memberikan wawasan tentang budidaya tanaman, dia berkontribusi pada peningkatan kesadaran lingkungan. Inisiatif ini bisa menjadi langkah positif bagi masa depan masyarakat dan generasi mendatang

“Ungkapanya..

 

3ndo Bhayangkaranews24.id