SukabumiJawabarat Bhayangakarnews24.id-Diduga tidak adanya keseriusan pengawasan dan pengontrolan dari pihak dinas kepala bidang sumber daya air (Kabid SDA) atas pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi permukaan daerah irigasi Cigembol Desa Caringin Kulon Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi yang di kerjakan oleh CV Ardila
Pasalnya saat awak media melakukan sosial control ke lokasi pembangunan, tampak terlihat jelas para pekerja tersebut sedang membelah batu yang ada disekitaran proyek irigasi dan gundukan pasir yang diduga kuat akan digunakan untuk pembangunan ,penggunaan material batu dan pasir yang diambil dari lokasi pembangunan tersebut diduga telah menyalahi aturan.
Anehnya lagi proyek dengan nominal Anggaran ratusan juta rupiah tersebut di duga pihak CV tidak mencantumkan nama pekerjaan di papan proyek juga tidak memperdulikan keselamatan para pekerjanya. Padahal, seharusnya proyek tersebut wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk keselamatan kerja, tapi pihak perusahaan dalam hal ini tidak mengindahkan diduga lalai dalam menerapkan Keamanan, Kesehatan, Kerja (K3) yang menjadi pendukung syarat dalam proses pemenang lelang
dan pihak dinas pun di terkesan tutup mata.
Lalau kami awak media bertanya kepada salah seorang warga setempat yang namanya tidak mau di publikasikan,mengamini temuan adanya dugaan pengggunaan bahan matrial batu dan pasir tersebut,ia mengatakan batu yang di gunakan sebagian memang di ambil dari lokasi,sudah ada sekitar 24 kubik sementara pasir dari galian juga di pakai adukan tetapi dioplos dengan pasir yang dibeli dari toko bahan bangunan,”ucapnya
Saat di konfirmasi di lokasi proyek mengenai pengunaan matrial batu yang di ambil dari aliran sungai di sekitar pembangunan ,kepala pelaksanan CV Ardila Agus, membenarkan adanya penggunaan batu itupun hanya sebagian saja sisanya dari Matrial
“Selanjutnya prihal adanya penggunaan pasir yang di keruk dari lokasi pekerjaa yang di duga di pergunakan untuk di campurkan dengan pasir yang sudah memenuhi spesipikasi,layak”menurutnya itu ada salah paham pengertia, mis komunikasi dari pekerja,karna pada waktu kejadian saya tidak ada di lokasi kalau melihat sudah pasti saya tegur.
“Terlebih lagi Agus menjelaskan pada waktu sosialisasi yang dihadiri oleh Dinas ,Rekanan/CV, Kepala Desan dan mitra cai di situ dibahas ada kesepakatan untuk bahan matrial alam seperti Batu dan pasir boleh di pasok dari warga lingkungan sekitar kecuali besi ,”katanya
Berdasarkan hasil investigasi tim awak media di lapangan dengan adanya beberapa temuan,hal ini menjadi pertanyaan diduga akibat kurangnya pengawasan dari Dinas PU Bidang SDA sebagai teknisi di lapangan yang mendesain perencanaan kualitas dan kuantitas pembangunan sehingga pekerjaan tersebut sesuai rancangan anggaran biaya.
Diduga tidak adanya keseriusan pengawasan dan pengontrolan dari pihak dinas,karna pembangunan irigasi ini masuk tanggung jawab Kepala bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA)
TIm Awak media pun, berupaya meminta klarifikasi dan tanggapan dari Kabid SDA Dinas PU melalui tlpn dan pesan WhatsApp Namun Kabid seakan menutup mata dan telinga, permintaan klarifikasi dan tanggapan dari pihak awak media tidak direspon dan memilih bungkam terkesan melindungi pihak kontraktor.
Sampai berita ini diterbitkan belum ada jawaban dan tanggapan dari dinas terkait
Kabiro:Doels
Wartawan:Rab Ripaldo



