Tangerang – bhayangkaranews24.id, Aktivitas galian C di Kabupaten Tangerang, khususnya di Kecamatan Kronjo, Kecamatan Kemiri, dan Kecamatan Rajeg, telah menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat. Wilayah yang dulu hijau dan asri kini berubah menjadi gersang akibat maraknya penambangan material galian tanah. Keadaan yang dulunya aman kini berubah menjadi area rawan kecelakaan dan bahkan kematian, terutama karena bekas-bekas galian yang dibiarkan menganga tanpa perbaikan.
Ahmad Mujib Ketua Media Center Community Mengatakan, “Aktivitas galian C ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kehidupan warga setempat. Lahan-lahan pertanian yang dulunya subur, kini hancur akibat proses penambangan yang merusak tanah. Dampaknya, selain lingkungan yang semakin tandus, mata pencaharian petani pun terganggu. Tak jarang, aktivitas ini juga menyebabkan banjir saat musim hujan, karena area yang digali kehilangan daya resap air”.
Tidak hanya itu, bekas galian yang menganga sering kali menjadi jebakan maut, terutama bagi anak-anak yang bermain di sekitarnya. Seperti yang pernah terjadi di wilayah kecamatan kemiri tempo dulu akibat maraknya galian c tersebut. Banyak kasus kecelakaan yang berujung pada korban jiwa, baik karena tenggelam di bekas galian yang terisi air hujan, maupun kerusakan parah yang terjadi di persawahan warga akibat longsor besar yang terperosok ke lubang-lubang tersebut. Warga kini hidup dalam ketidakpastian, di mana keselamatan mereka sehari-hari dipertaruhkan dan sumber penghasilan dari Pesawahan merekapun tidak lagi menjanjikan.
Ironisnya, di balik penderitaan warga, para pengusaha galian C terus meraup keuntungan besar. Mereka tampak mengabaikan dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas mereka. “Waspada! Ada bahagia di atas penderitaan orang lain” menjadi sorotan yang sering diungkapkan oleh masyarakat setempat, karena para pengusaha ini dianggap tak peduli dengan kerusakan yang mereka tinggalkan. Keuntungan dari bisnis ini diraih di atas penderitaan warga yang kehilangan lahan, dan bahkan banyak memakan korban nyawa akibat lakalantas dengan mobil truk penggendong tanah.
Masyarakat serta pemerhati lingkungan di Kabupaten Tangerang menyerukan agar pemerintah segera turun tangan dan menertibkan kegiatan galian C yang tidak bertanggung jawab ini. Selain untuk menyelamatkan lingkungan yang kian rusak, tindakan tegas diperlukan demi menghindari jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.
Penghentian aktivitas galian C yang merusak menjadi solusi mendesak agar wilayah Kronjo, Kemiri, dan Rajeg dapat kembali hijau dan aman seperti dahulu sampai ditemukan solusi yang terbarukan.
(Team)



