BANDA ACEH – bhayangkaranews24.id, Ketua sahabat tani Indonesia muamar saputra mengatakan kepada awak media sabtu 02-11-2024 di Banda Aceh bahwa sahabat tani Indonesia( STI) telah berubah nama menjadi Sahabat tani Aceh ( STA) .
Ini di karenakan rapat musyawarah Ketua Ketua DPD di kabupaten/kota, kita akan lanjutkan program kita yang sudah berjalan. Kita sudah melakukan uji coba di hampir 18 kabupaten kota. Dan kita bukan hanya cerita cerita saja. Kita sudah perlihatkan ke pemerintah Aceh khusus nya dinas pertanian dan perkebunan Aceh bukti nyata kerja kita ucap muamar kepada awak media di banda Aceh..
Lanjut muamar lagi kita akan kembali daftar kan STA ( sahabat tani Aceh) ke kesbangpol Aceh kita akan katakan kalau kita sudah berubah nama..
Alasan kita berubah nama dari STI ke STA itu di karena kan perbedaan pendapat dengan DPP pusat, kita ingin program melatih petani Aceh supaya lebih cerdas dalam membuat pupuk organik sendiri. Bukan dengan menjual merek mereka yang sudah ada di luar Aceh…
Perbedaan ini lah yang membuat kita sudah tak sejalan lagi… Maka dari itu hasil musyawarah DPD DPD kabupaten/ kota kita berubah nama menjadi STA ( sahabat tani Aceh).
Lanjut muamar kembali kepada awak media,Saya mengingat kan pemerintah Aceh untuk lebih pro ke pada kelompok tani lokal ,
Itu di karenakan kita pemerintahan Aceh ini harus melatih petani petani Aceh ini supaya cerdas cerdas. Kita mulai membagun petani Aceh ini dari sumber daya manusia nya. Cara membuat pupuk organik sendiri. Dan cara meningkatkan hasil hasil panen kita.
Dan bukan memperdayakan kelompok tani luar. Yang mereka ingin jual pupuk merek mereka yang sudah jadi…. Kalau itu yang terus di lakukan wajar petani Aceh ini tidak mampu bangkit untuk bersaing di nasional apa lagi internasional .. Saya mengharapkan pemerintah Aceh melalui dinas pertanian dan perkebunan Aceh memperhatikan itu.. Ucap muamar kembali ke awak media



