MINSEL – bhayangkaranews24.id – Jumat 26 November, nasib apes menimpa seorang pekerja bangunan asal Likupang, niat hati mengadu nasib di desa Picuan Kecamatan Motoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan, namun nasib berkata lain.

Kejadian pada jumat malam sekitar jam 23:00, akhirnya nyawanya Tian alias CY umur 36 tahun hilang, karna dibunuh dengan cara ditikam memakai senjata tajam jenis pisau yang mengenak di jantung korban oleh Lendo alias ML.

Menurut keterangan saksi Meivi umur 29 tahun, bersama suaminya, bahwa kejadian tersebut berawal saat mereka bersama Tian (Korban) lagi asik duduk bercerita didepan rumah karna Tian memamg tinggal di rumah saksi.

Lalu datanglah Lendo bersama rekannya dan langsung duduk bergabung, saat bercakap cakap, Tian menelpon seseorang lalu di tegur oleh ML alias Lendo, dengan alasan jangan ribut, dan langsung menampar korban dengan dua kali tamparan.

Foto: CY Korban pembunuhan

Sempat di tegur oleh beberapa orang yang ada disitu atas perlakuan Lendo, Lendo pun sempat meminta maaf atas perlakuannya, namun selanjutnya Lendo langsung mencabut pisau dan memikam korban Tian.

Korban Tian langsung terkapar, dan setelah melihat korban terkapar, pelaku Lendo langsung melarikan diri.

Melihat kondisi korban yang mendapat tikaman, mereka langsung membawa ke rumah sakit RS Cantia Tompaso Baru, namun nyawa Tian sudah tak tertolong lagi.

Setelah mendapat pelaporan, melalui kepolisian Sektor Motoling, yang langsung menuju TKP, dan melanjutkan pelaporan ke Polres Minsel melalui tim Resmob Polres Minsel, langsung gerak cepat mencari dan menangkap pelaku.

Alhasil pelaku ditangkap di desa Kolongan Atas, kecamatan Sonder kabupaten Minahasa.

Ternyata setelah melakukan penikaman dan pembunuhan, pelaku langsung melarikan diri dan bersembunyi di rumah keluarga yang ada di Kolongan Atas,

Pelalu merupakan residivis karna perbah melakukan pembunuhan juga pada tahun 2007, dan dihukum selama 10 tahun, dan saat ini adalah kasus kedua yang dia lakukan

Dan saat ini pelaku sudah ditangkap dan berada di Polres Minsel, menunggu proses selanjutnya.

Robby.