PASURUAN – bhayangkaranews24.id
Rumas Sakit Unum Daerah ( RSUD ) Bangil terus berinovasi dan membangun pelayanan yabg terbaik untuk menunjang sarana prasana dan hari ke 47 RSUD Bangil meresmikan gedung Graha Anak Terpadu ” Pelita Hati ” yang di laksnakan di halaman RSUD Bangil,Kamis,18-12-2024.
Pj Bupati Kabupaten Pasuruan Nur Kholis Meresmikan dan menekanan tombol serta penandatanganan prasasti gedung graha anak terpadu ” Pelita Hati “di damping oleh Direktu RSUD Bangil dr. Arma Roosalina Mkes,Kejari Kabupaten Pasuruan Teguh Arianto SH,Wakil DPRD Kabupaten Pasuruan M.Zaini.di lanjut dengan Pemotongan pita menandakan resni di operasikan Graha Anak Terpadu ” Pelita Hati “.
Pj Bupati Kabupaten Pasuruan Nur Kholis menyampaikan bahwa .RSUD Bangil terus mengembangkan dan meningkatkan lagi inovasi layanan kesehatannya pada publik. Termasuk bagaimana menciptakan sebuah kenyamanan bagi pasien yang tengah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.
“Graha Anak Terpadu “PELITA HATI” diharapkan bisa memberikan kontribusi yang signifikan mencegah angka kesakitan anak di kabupaten Pasuruan ”
“Fasilitas ini bisa difokuskan pada pelayanan kesehatan anak, dengan di dukung alat kedokteran , fasilitas , deteksi dini , pelayanan medis yang komprehensif , serta pendampingan kesehatan yang memadai, sehingga kita yakin anak di kabupaten Pasuruan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik” tutur Ph Bupati Nur Kholis.
“Pesan saya agar seluruh pegawai di RSUD Bangil senantiasa berkomitmen menjaga pelayanan yang prima . Jangan membuat birokrasi pelayanan yang sulit serta terus menerus menciptakan inovasi pelayanan kesehatan yang prima cepat,mudah dan murah .” Pesan PJ Bupati Nur Kholis
“Mudah-mudahan tahun depan dapat anggaran cukup, jadi kekurangan alat, obat dan sarana prasarana di RSUD Bangil segera bisa dicukupi. Agar nanti nya supaya bisa bersaing dengan Rumah Sakit lain di Jawa Timur,” tutupnya.
Direktur RSUD Bangil, dr Arma Roosalina M.Kes menjelaskan, Graha Terpadu Anak Pelita Hati dibangun tiga lantai dengan total 56 tempat tidur. Pembangunan ruang perawatan sudah memenuhi arahan pemerintah yaitu sudah memenuhi 12 kriteria bangunan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Lantai satu terdiri dari 24 tempat tidur dengan kapasitas paling banyak 4 tempat tidur perruangan, Lantai 2 (dua ) untuk ruang Intensif HCU (high care unit) dan PICU (Pediatric Intensive Care Unit) yaitu ruangan yang digunakan untuk merawat anak-anak yang mengalami kondisi medis serius dan memerlukan penanganan khusus dengan total 16 tempat tidur. Lantai 3 (tiga) terdiri dari 16 tempat tidur diperuntukan ruang kelas 1, VIP dan VVIP.” Ungkap dr Arma ( HBN24- JATIM )



