Desa Muncung, 15 Januari 2025 – bhayangkaranews24.id, Puluhan warga Desa Muncung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Desa Muncung pada hari Rabu, 15 Januari 2025, sekitar pukul 16.30 WIB. Aksi ini dilakukan oleh masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait berbagai isu di desa mereka, seperti pembangunan PIK 2 karena sungai ditimbun hingga mengakibatkan banjir di beberapa titik rumah warga muncung.

Warga Menuntut Perhatian dari Pemerintah Desa
Dalam aksi yang berlangsung damai, para demonstran menuntut dan harapan mereka kepada pemerintah desa. Salah satu tuntutan utama yang disuarakan oleh warga adalah perbaikan sungai yang sudah ditimbun. .
Salah seorang peserta aksi yang tidak disebutkan namanya menyampaikan bahwa kondisi sungai muara selasih yang menggangu akses air masuk ke tambak dan air dari persawahan tidak bisa mengalir seperti biasanya di beberapa titik di Desa Muncung. “Kami sebagai warga sangat kesulitan , terutama saat musim hujan. Kami berharap pemerintah desa segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki saluran Air agar tidak semakin memperburuk kondisi,” ujar Hamdi.
Kepala Desa Tidak Hadir, BPD Siap Tampung Aspirasi
Namun, meskipun puluhan warga telah berkumpul di kantor desa untuk menyampaikan aspirasi mereka, Kepala Desa Muncung, Agus Purwadi, SE., tidak hadir di lokasi. Kepala Desa tersebut dikabarkan sedang menerima tamu di tempat lain, sehingga tidak dapat menemui warga pada saat aksi berlangsung.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Muncung, H. Hariri dan stap Desa Asnam yang hadir mewakili pemerintah desa, menyatakan kesiapan BPD untuk mendengarkan dan menampung aspirasi warga. “Kami siap menerima dan menampung aspirasi dari masyarakat. Meskipun Kepala Desa tidak dapat hadir, kami berkomitmen untuk menyampaikan semua keluhan dan harapan warga kepada pihak terkait,” ujar salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.
Warga Tetap Menuntut Respons Cepat dari Pemerintah Desa
Meskipun BPD menyatakan siap menampung aspirasi, sejumlah warga merasa kecewa dengan ketidakhadiran Kepala Desa Agus Purwadi. “Kami ingin langsung bertemu dengan Kepala Desa untuk menyampaikan masalah kami. Kalau hanya BPD, kami merasa belum ada solusi konkret yang bisa diberikan,” kata salah seorang warga yang ikut dalam aksi tersebut.
Aksi demo ini berlangsung sekitar satu jam dan diakhiri dengan tertib ,aspirasi warga akan diteruskan ke pihak yang berwenang. Warga berharap agar pemerintah desa segera melakukan langkah-langkah nyata dalam menanggapi keluhan mereka.
Harapan untuk Tindak Lanjut yang Cepat
Para demonstran menuntut agar masalah-masalah yang mereka angkat segera mendapatkan perhatian dan solusi dari pemerintah desa. Mereka berharap agar Kepala Desa dan perangkat desa lainnya dapat lebih responsif dan terbuka dalam merespons aspirasi masyarakat, serta melibatkan warga dalam setiap keputusan yang berkaitan dengan pembangunan dan kemajuan desa.
Sementara itu, H. Hariri mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera mengadakan pertemuan lanjutan untuk mendalami masalah yang diangkat oleh warga. “Kami akan segera mengadakan musyawarah dan memastikan bahwa semua masalah yang disampaikan warga akan dibahas dengan serius,” tutupnya.
Kesimpulan
Aksi demo yang dilakukan oleh puluhan warga Desa Muncung pada 15 Januari 2025 menjadi bentuk protes terhadap sejumlah permasalahan yang dirasakan oleh masyarakat setempat. Meskipun Kepala Desa tidak hadir, warga berharap agar aspirasi mereka segera didengar dan ditindaklanjuti oleh pemerintah desa. Ke depan, diharapkan ada komunikasi yang lebih baik antara warga dan pemerintah desa untuk mewujudkan pembangunan yang lebih baik dan pelayanan yang optimal bagi seluruh masyarakat Desa Muncung.
(MS.122)



