Tulang Bawang bhayangkaranews24.id Pedagang pasar Medasari kecamatan Rawa Jitu Selatan, kabupaten Tulang Bawang keluhkan terkait renovasi pasar Madasari di duga panitia pelaksana dan kepala kampung Medasari keputusan sepihak tidak berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat,, sesama para pedagang tersebut , pedagang merasa di tekan harus ikut keputusan yang sudah di tetapkan oleh panitia pelaksana, tentang bangunan itu, maupun soal anggaran dan tata pembagian tempat tersebut, ” Rabu 22/1/2025..
Salah seorang pedagang Medasari yang bernama Roy mengatakan saya punya tempat ( mamak) , sebelum pasar ini di bangun kami punya lapak di depan empat plong, namun sampai saat ini tempat saya tidak ada , konon katanya tempat kami itu di jual sama orang lain, tanpa ada surat pemberitahuan dulu kepada kami”, ungkapnya.
Lanjut Roy, sebelumnya kami pernah datangin panitia pelaksana, memohon kebijakan untuk bisa mengurangi harganya, karena tempat kami empat plong minta keringanan ,karena satu plong( Lapak ) Rp 9500,000, di kali 4 hampir Rp 40,000,000_ kami minta 30,000,000 aja,dari pihak panitia dan kepala kampung tidak respon, berselang dari itu saya tanyain tempat kami itu sudah di jual sama orang lain dan saya di suruh pilih tempat yang di belakang lagi sedang di bangun, saya tidak maulah,”Cetusnya.
Ditempat yang sama puluhan para pedagang pasar Medasari mengatakan,, pembangunan pasar pidada tersebut tidak berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat ,kami diundang hanya mendengarkan keputusan dari panitia pelaksana dan kepala kampung, bahwa harga satu lapak denga ukuran lebih dan kurangnya 2m x 2,5 m Rp 9,500.000- 10,000,000, dan harus di Dp sebesar 50,% bagi yang tidak ada Dp maka dia tidak dapatkan kios,” kami sangat keberatan dengan harga segitu dan lagi pula orang yang tidak punya lapak sebelum harganya sama dengan kami yang punya lapak sebelumnya dimana rasa keadilan nya , “cetus para pedagang itu.
Ditempat yang berbeda panitia pelaksana berinisial (JM) yang hendak di konfirmasi mengatakan pelaksanaan pembangunan pasar Medasari tersebut sudah kami laksanakan musyawarah dan mufakat, terkait personal Roy sudah kami omongin lebih dahulu sebelum dikasih sama orang lain,” pungkasnya.(Red)



