Jakarta – bhayangkaranews24.id, Hidayah atau petunjuk dari Allah merupakan anugerah terbesar bagi manusia dalam menjalani kehidupan. Dalam karyanya, Tafsir Al-Munir, Syaikh Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan bahwa hidayah memiliki lima tingkatan yang diberikan Allah kepada manusia secara berbeda-beda.
Menurut kitab Tafsir Al-Munir, sebagaimana disebutkan dalam halaman 63-64 cetakan Darul Fikr Beirut, lima tingkatan hidayah tersebut adalah:
1. Hidayah Ilham Fitrah
Hidayah ini diberikan kepada manusia sejak lahir, sebagaimana juga diberikan kepada hewan. Contohnya, seorang bayi yang menangis ketika lapar atau merasa tidak nyaman, tanpa diajarkan terlebih dahulu.
2. Hidayah Panca Indra
Petunjuk ini diberikan kepada manusia untuk mengenali dan mengindera objek-objek di sekitarnya melalui penglihatan, pendengaran, peraba, pengecap, dan penciuman.
3. Hidayah Akal
Hidayah ini merupakan kemampuan berpikir dan menganalisis, yang membedakan manusia dari makhluk lainnya. Dengan akal, manusia dapat membedakan mana yang baik dan buruk berdasarkan logika.
4. Hidayah Agama
Ini adalah petunjuk Allah yang diturunkan melalui wahyu kepada para nabi dan rasul dalam bentuk agama Islam. Hidayah ini menjadi pedoman utama manusia dalam menjalani kehidupan berdasarkan nilai-nilai ketuhanan.
5. Hidayatul Ma’unah wat-Taufiq
Ini adalah tingkatan hidayah yang paling tinggi dan khusus. Hidayah ini merupakan hak prerogatif Allah, diberikan kepada hamba yang dikehendaki-Nya agar mampu menapaki kebenaran dan tetap istiqamah di jalan yang lurus. Tidak semua orang yang mendapatkan hidayah agama otomatis mendapatkan hidayah taufik, karena hal ini bergantung pada kehendak dan kasih sayang Allah.
Dalam penjelasannya, Syaikh Wahbah Az-Zuhaili menegaskan bahwa Hidayatul Ma’unah wat-Taufiq menjadi faktor penentu apakah seseorang mampu mengamalkan ajaran agama yang telah diterimanya atau tidak. Oleh karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk senantiasa memohon kepada Allah agar diberikan hidayah yang sempurna, sehingga dapat menjalani kehidupan sesuai dengan petunjuk-Nya.
Semoga Allah senantiasa membimbing kita semua dalam cahaya hidayah-Nya. Aamiin.
@Alwiyan Rakjat Biasa
📌 Sumber: Tafsir Al-Munir, Syaikh Wahbah Az-Zuhaili, halaman 63-64, Darul Fikr Beirut



