Kota Tegal, bhayangkaranews24.id-Sentra Layanan Universitas Terbuka (Salut) Kota Tegal beri pembekalan kepada sebanyak 305 (Tiga Ratus Lima) Mahasiswa baru masa 2023/ganjil secara serentak. Pembekalan diadakan di Balai Room Rumah Makan Dapur Tempo Doeloe Kecamatan Margadana Kota Tegal. Minggu (03/09/2023) Pagi. Kegiatan pembekalan yang dilangsungkan dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 14.00 siang berjalan dengan kondusif.

Dalam sambutanya Kepala Salut Kota Tegal, Mulyani, S.IP., M.M., mengucapkan rasa terimakasih kepada segenap mahasiswa baru yang telah mendaftar kuliah di Universitas Terbuka Purwokerto melalui Salut Kota Tegal.
‘Terimakasih kami ucapkan sebesar besarnya atas kepercayaan yang diberikan kepada Salut Kota Tegal, semoga apa yang menjadi cita-cita mahasiswa bisa terwujud setelah menempuh kuliah di Universitas Terbuka”. Sambutnya.
Hal senada disampaiakan oleh Amir, selaku team marketing Salut Kota Tegal bahwa makna terbuka pada Universitas Terbuka yaitu terbuka untuk semua kalangan, tidak banyak syarat, Universitas Terbuka bukan seperti jaman dulu yang mana Universitas Terbuka (UT) diplesetkan dengan kalimat “Utek Tua” (jawa_red) atau Otak Tua. UT sekarang bwrbeda dengan yang dulu, sekarang UT adalah Univeraitas yang berbasis tekhnologi, prestasi yang di raih UT juga tidak mengecewakan, karena di tahun 2019 lulusan UT lolos terbanyak dalam tes CPNS. Selain itu, biaya kuliah UT juga paling murah. Namun demikian, UT merupakan PTJJ (Perguruan Tinggi Jarak Jauh) yang menuntut mahasiswa untuk selalu aktif secara online dalam menempuh pendidikan.
Pada kesempatan dalam sesi ‘join conversation” melalui layanan zoom metting dengan Wakil Rektor 4 Universitas Terbuka, Rahmat Budiman, S.S.,M.Hum.,Ph.D., menyampaiakan ucapan terimakasih kepada pengurus Salut kota tegal makna terbuka pada Universitas Terbuka itu ada 3 hal yang dirujuk open, siapapun harus bisa kuliah, meski secara jarak jauh harus bisa memanajemen waktu yang baik, belajar sendiri bukan berarti belajar sendirian namun bisa berinteraksi bersama mahasiswa lain, saling asah saling asuh saling asih, serta belajar kemandirian.
Diilustrasikan dengan mencontohkan karyawan indomart, yang mana waktu kerja mereka telah di atur oleh management, berbeda dengan warung biasa, warung biasa bebas waktunya karena mengatur sendiri. Hal tersebut menjadi pembanding antara mahasiswa lain dengan Mahasiswa UT. yang mana mahasiswa lain berkuliah dengan bertatap muka, namun mahasiswa UT memiliki bahan ajar (modul) sebagai pengganti dosen.
“UT menjamin 100 persen kerahasiaan. Saat ujian soal ujian peserta akan dibedakan antara satu dan lainya”, Paparnya.
Dalam sesi tanya jawab, ditanyakan oleh salah seorang mahasiswa baru, apakah mahasiswa tetap bisa mengikuti ujian akhir semester namun saat itu mahasiswa sedang berada diluar kota?, diterangkan oleh Rahmat bahwa dimanapun mahasiswa berada akan kita layani untuk tetap bisa mengikuti ujian. UT mengakomodasi kegiatan mahasiswa, seperti olahraga, diskusi.
“Di UT ada beasiswa. Diantaranya adalah beasiswa dari pemerintah untuk mahasiswa baru, beasiswa dari pemda, juga beasiswa dari UT sendiri untuk yang terkendala ekonomi, penyandang disabilitas, tunanetra diberikan beasiswa gratis selama 8 semester, mahasiswa yang berprestasi di tingkat nasional. UT menganggarkan 16 milyar rupiah untuk beasiswa setiap tahun. Selain itu, UT juga memfasilitasi dalam hal pertukaran mahasiswa asing pada semester 5”. Papar Rahmat.
Kegiatan akhir dilakukan dengan pemberian bimbingan dan pemaparan tentang belajar mandiri, suaka UT, KIT mahasiswa, serta layanan informasi dan bantuan UT. (iman-300)


