Sapi sapi yang di belanjakan oleh pemdes Lopana.
MINSEL – bhayangkaranews24.id – Sesuai dengan program pemerintah bahwa 20℅ (persen) dari pagu anggaran Dana Desa (DD) tahun anggaran 2023 yang ada di tiap tiap desa, harus dipergunakan sesuai situasi dan kondisi desa yang menerima.
Desa Lopana kecamatan Amurang Timur kabupaten Minahasa Selatan, adalah salah satu penerima dana desa yang ada, kurang lebih 120 juta rupiah.
Untuk menggunakan dana tersebut, ada beberapa alternatif yang direncanakan dalam rapat musyawarah desa beberapa waktu yang lalu.
Dan akhirnya pemerkntah desa menyisihkan Rp.90.000.000 untuk dipergunakan dalam ketahanan pangan berupa pembelanjaan 9 ekor sapi.
Sembilan ekor sapi tersebut dititipkan kepada masyarakat yang ingin merawat sapi.
Sesuai infestjgadi lapangan yang ada, bahwa sapi sapi tersebut, ada yang dibeli dari luar desa, dan ada yang dari dalam desa Lopana.
Benjamin Polii, sebagai hukum Tua saat dikonfirmasi membenarkan pembelanjaan sapi dengan anggaran 90 juta rupiah tersebut.
” Memang benar ada pembelanjaan sapi sesuai kesepakatan bersama, dan sapi sapi tersebut sudah dibelanjakan pada bulan September 2023, juga sudah di titipkan kepada warga masyarakat, dan masyarakar yang di titip sapi tersebut, sudah sesuai konfirmasi dengan kepala kepala lingkungan.”, ucap Ben sapaan akrabnya.
“Pembelanjaan sapi tersebut sudah melalui rapat bersama, dan sudah di setujui pula, dan kami belanjakan dengan harga yang bervariasi, sesuai harga dari penjual, ada yang harga 9,5 juta hingga 10,5 juta per ekor”, lanjut Ben.
” Untuk masalah pembagian kepada masyarakat yang di titipkan, itu tergantung dari kepala lingkungan, kami menitipkan kepada masyarakar yang mau menjaga dan merawat sapi yang ada, meskipun ada usulan dari kepala lingkungan, tapi jika orangnya tidak datang langsung ke pemerintah Desa untuk menyatakan kesiapannya untuk menjaga dan merawat sapi tersebut, maka kami tidak akan memberikannya, ucap Ben lagi.
Jadi jika ada kepala lingkungan yang tidak mau mengusulkan warganya dan warga juga tidak siap untuk menjaga dan merawat, kami akan berikan kepada warga lain yang ingin menjaga dan merawat, yang pasti, kami dari pihak pemerintah Desa, sudah sampaikan kepada kepala kepala lingkungan.
Dari anggaran 90 juta tersebut, sudah termasuk pajak dan uang jasa pencarian bibit sapi juga transportasi keluar bagi perangkat desa yang mencari bibit sapi, dan saya sebagai hukum tua bersama perangkat desa yang ada, berharap kepada penerima sapi sapi titipan, agar bisa menjaga dan merawat, dan jangan ada yang menjual secara sepihak, karna itu akan di pertanggung jawabkan pada masa akhir tahun anggaran nanti, tutup Ben tegas.
Robby.


