Foto: Tim Sosialisasi dari Unsrat dan Unima

MINSEL -bhayangkaranews24.id- Demi meningkatkan produktifitas kelapa para petani pemanjat kelapa desa Lopana, maka tim dari fakultas negeri Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, memperkenalkan dan mengsosualisasikan mesin panjat kelapa kepada masyarakat petani desa Lopana.

Foto: Benjamin Polii Memberikan Sambutan dan arahan dari HukumTua desa Lopana

Bekerjasama dengan pemerintah desa melakukan program pengabdian masyarakat dengan kegiatan pemberdayaan kelompok tani melalui tekhnologi tepat guna mesin panjat kelapa sebagai solusi berkelanjutan panen kelapa di desa lopana.

Fito: Peserta Petani Kelapa Dan Masyarakat Desa Lopana

Diketuai oleh Ade Yusupa S.Pd.M.Kom dosen unsrat beranggotakan Dr.Eng Zuldesmi dari Universitas Negeri Manado (Unima), Fahrudin (Unima) Dr.Irvan Trang (Unsrat) dan beberapa anggota tim lainnya, mencoba memberikan sosialisasi tersebut, Sabtu 23 Agustus 2025.

Foto: Peragaan Cara pakai Alat Mesin Panen Kelapa

Dihadiri oleh beberapa kelompok tani dan masyarakat, kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum (BPU)

Ade Yusupa saat membuka percakapan dalam sosialisasi tetsebut, memberikan beberapa tips kepada masyarakat petani yang hadir, terkait peralatan dan cara pemakaiannya, dannberterimakasih atas atensi masyarakat desa Lopana, karna bisa bersama sama hadir demi mengetahui peralatan tepat guna nesin pemanjat kelapa.

Foto: Alat Mesin Panen Kelapa

Alat yang diperkenalkan oleh tim tersebut, terbuat dari besi baja yang ringan, dan dibuat sedemikian praktis demi kenyamanan pemakainya, ucap Zuldemi.

Suatu keuntungan bagi para petani jika petani bisa menggunakan alat ini,adalah memperceat proses pemanenan, dan mengurangi resiko kecelakaan, tutup Eng Zuldemi saat memberikan materi.

Menutupi kegiatan tersebut, Fahrudin, salah satu Dosen pemberi materi, sambil mempraktekkan cara pakai alat tersebut tetap menghimbau kepada petani kelapa, untuk tetap memperhatikan keselamatan kerja dengan cara sebelum menggunakan alat pemanjat kalapa, agar terlebih dahulu memeriksa kondisi peralatan, supaya bisa nyaman dalam menggunakannya,

Menutupi kegiatan tersebut, Benjamin Polii sebagai hukum tua juga mengucapkan terimakasih kepada tim program pengabdian kepada tim sosialisasi dari Unsrat dan Unima yang sudah mengsosialisasikan mesin panjat kelapa kepada masyarakat desa lopana.

Robby.