Foto: Ilustrasi
MINSEL -bhayangkaranews24.id – Meskipun gelaran Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Utara (Porprov Sulut) ke XII tahun 2025, masih berlangsung, namun banjir keluhan dari para atlit yang membawa nama kabupaten Minahasa Selatan (Minsel)
Hal tersebut, terjadi karna kurangnya perhatian dari pemerintah kabupaten, maupun dari para ketua ketua Cabang Olahraga (Cabor) yang terkesan adanya “Pembiaran”, terhadap para atlit, bahkan tanpa pendampingan.
Terkonfirmasi, keluhan keluhan tersebut datang dari atlit atlit yang merasa tak mendapat perhatian penuh dari para pengurus KONI dan para bahkan ketua cabor hingga para pendamping.
“Kami seakan akan dibiarkan tanpa perhatian penuh baik dari pemerintah kabupaten bahkan dari ketua cabang olahraga, hingga pendamping, padahal kami membawa nama kabupaten Minsel, ucap seorang atlit yang tak mau namanya dipublis.
Seandainyapun memang ada evisiensi anggaran, kami tak peduli, asalkan bisa mensuport dan memberikan perhatian bagi kami, jangan biarkan kami berjuang sendiri, sekarang kami kalah dalam pertandingan, kamipun di bully, seandainya kami menang, pasti nama kabupaten yang berkibar, ucap atlit lain dengan nada kecewa.
Kami ingin mengharumkan nama kabupaten, tapi, tolong dong, perhatikan kami yang sedang berjuang membawa nama kabupaten Minsel, ucap seorang atlit yang hingga kini, masih tetap berjuang.
kalau hanya seperti ini perhatian pemerintah kabupaten, KONI, dan para ketua cabor, kami bisa pastikan, Porprov selanjutnya, kami tidak akan bawa nama kabupaten Minahasa Selatan lagi, meskipun kami atlit dari Minsel, ucap seorang atlit lagi.
Jangan hanya enaknya saja, jangan hanya ingin harum namanya, tapi tolonglah perhatikan para atlit, karna mereka berjuang untuk kabupaten Minsel, baik itu perorangan maupun tim, ucap seorang pelatih dari atlit Minsel.
Sekali lagi, kami katakan bahwa, kami paham dengan anggaran yang ada, namun kami hanya harapkan perhatian dan pendampingan, kami masih akan berlomba untuk mengejar medali, tapi kami seperti tidak ada perhatian, kalau kami pulang sebelum selesai lomba, kami sudah rugi, tolonglah, kami masih berjuang, jangan biarkan kami berjuang sendiri.
“Kalu bagini model, selanjutnya torang lebih baik bawa nama kabupaten lain, ndak usah bawa nama Minsel, dari tahun ketahun, nasib Atlit Minsel di Porprov selalu terbiarkan, tanpa perhatian.
Nanti kalu yang juara mo dapa medali, dan mendapat bonus dari pemerintah, samua (pendamping/pengurus cabor) mo beking diri, seakan akan mereka yang berjuang, mereka yang mensuport., ucap seorang penanggung jawab atlit.
Pokoknya, kalu bagini trus tu perhatian dari pemerintah, jika ada dan jika akan ikut ajang Porprov, lebih baik kami ikut bawa nama daerah lain, kami masih bisa dan akan diterima oleh daerah lain, bukan cuma di minsel, tutup mereka.
Robby.



