Bengkulu,  Bhayangkaranews24.id – Masyarakat Biasa Deni Sulistyo “Mengajak Sanak Saudara kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui kegiatan panen kacang panjang, Jum’at 25 September 2026  Kegiatan ini merupakan bagian dari program Ketahanan pangan Swasembada Mandiri kemandirian kita di bidang pertanian, yang digelar di lahan seadanya misalnya pekarangan 3 X 4 yang Ada di belakang rumah kita sendiri .

Dari 500  pohon kacang panjang dipanen, diperoleh  hasil mencapai 23 Kilo gram kilogram kacang panjang. Hasil panen tersebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur kita sendiri, sekaligus bisa dijual untuk kebutuhan Baku dapur rumah kita sendiri.

Panen ini menjadi bukti nyata bahwa program pertanian yang dijalankan  tidak hanya menambah keterampilan tapi menjadi ajang Seseran disela – sela kegiatan kita sehari-hari , tetapi juga memberi manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat.

Masyarakat Deni Sulistyo , menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana  kemandirian disela kesibukan. “Panen ini menunjukkan hasil yang bisa meraup Rupiah untuk kebutuhan dapur bisa tercukupi. Kegiatan pertanian semacam ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bertani, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja Atos dan tekun,” ujarnya Deni Sulistyo.

Salah seorang Warga sekitar mengaku bangga dapat melihat bahwasanya hal yang seperti ini menjadi motivasi untuk kita semua agar pekarangan yang tidak terpakai bisa kita Gunakan untuk bertani sekala kecil . “Selain belajar bertani, kegiatan ini membuat kami merasa lebih berguna dan memiliki harapan untuk masa depan. Kami belajar bagaimana menanam, merawat, dan memanen tanaman dengan baik,” ungkapnya.

Program kreativitas pertanian ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden untuk mendorong swasembada pangan, serta mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Kegiatan ini diharapkan terus berkelanjutan,  dengan keterampilan serta ilmu pengetahuan dan pengalaman bisa  digunakan apabila kemudian hari ada modal yang mencukupi, sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan lokal. ( Red )