Bhayangkaranews24id,SIBORONGBORONG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Siborongborong mulai melaksanakan pembinaan kerohanian melalui kegiatan pemuridan bagi warga binaan, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan yang dilayani Pdt. Feri Simanjuntak dari Yayasan Indonesia Bangkit dan Bersinar ini menjadi langkah awal untuk memperkuat iman, membentuk karakter, serta menumbuhkan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Pemuridan tersebut merupakan bentuk pelayanan rohani yang berfokus pada pertumbuhan iman, pembaruan pola pikir, dan pembentukan karakter warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Melalui kegiatan ini, warga binaan diajak untuk mengenal firman Tuhan, memahami makna kasih dan pengampunan, serta membangun hubungan pribadi dengan Yesus Kristus.

Lebih dari sekadar pembelajaran Alkitab, pemuridan diharapkan menjadi proses refleksi diri yang mendorong setiap peserta untuk memperbaiki perilaku dan menjalani kehidupan berdasarkan nilai-nilai Kristiani.
Dalam pelaksanaannya, Pdt. Feri Simanjuntak memberikan pendampingan rohani dengan harapan para warga binaan dapat menemukan kembali kekuatan iman, pengharapan, dan makna hidup di tengah keterbatasan.

Masa menjalani hukuman bukanlah akhir dari perjalanan hidup seseorang. Sebaliknya, masa tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi diri, memperbaiki kesalahan, membangun karakter, dan mempersiapkan diri agar kelak dapat kembali ke tengah masyarakat dengan semangat serta perilaku yang lebih baik.

Pemuridan ini juga membawa pesan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Melalui pertumbuhan iman, pertobatan, dan komitmen memperbaiki diri, warga binaan diharapkan mampu meninggalkan perilaku negatif serta menata masa depan yang lebih positif.
Pesan tersebut sejalan dengan firman Tuhan dalam 2 Korintus 5:17:
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa masa lalu tidak harus menentukan seluruh perjalanan hidup seseorang. Setiap individu memiliki kesempatan untuk memperbarui diri dan memulai lembaran kehidupan yang baru.

Melalui kegiatan pemuridan ini, pembinaan kerohanian di Lapas Siborongborong diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi kehidupan warga binaan, baik selama menjalani masa hukuman maupun ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

Pada akhirnya, pembinaan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, melainkan juga tentang membangun kesadaran, memperbaiki diri, dan menumbuhkan harapan untuk masa depan.

Sebab, di balik keterbatasan ruang dan masa lalu yang penuh tantangan, setiap manusia tetap memiliki kesempatan untuk berubah, bertumbuh, dan memulai kehidupan yang lebih baik.