Baktiraja – Bhayangkaranews24.id, Panen raya gebyar karya project penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dilaksanakan kepala sekolah SMP N 1 Baktiraja Ince Imelda Simamora S.pd. bersama panitia dan para guru beserta siswa siswinya (12/8) bertempat di tanah lapang SMP N 1 Baktiraja.

Adapun Tujuan P5 dalam kurikulum merdeka yang pertama adalah dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Sebelum kegiatan dimulai, ketua panitia Kusni Pandiangan terlebih dahulu memaparkan tujuh (7) tema yg dapat di implementasikan yaitu: gaya hidup berkelanjutan, kearifan lokal, bhinneka tunggal Ika, bangunlah jiwa dan raganya, suara demokrasi, merekayasa untuk membangun teknologi NKRI, dan kewirausahaan, adapun dari ke 7 tema tersebut SMP N 1 Baktiraja mengambil 3 tema yaitu ; gaya hidup berkelanjutan, kearifan lokal dan kewirausahaan.

Kusni juga menambahkan, bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah: untukmeningkatkan dan mengembangkan kreativitas dalam pemahaman P5, dan juga asal sumber dana yang di gunakan.

Turut hadir ; kepala dinas pendidikan Humbang Hasundutan Drs. Jonny Gultom, camat Baktiraja Sanggam Lumban gaol S.pd. kepala sekolah SMA 1 negeri Baktiraja. Kepala Puskesmas Baktiraja, anggota komite sekolah, para kepala desa, para Kepala sekolah SD, pemerhati pendidikan Poltak purba, beserta para orang tua siswa.

Drs.Jonny Gultom dalam kata sambutannya mengatakan bahwa Pemkab Humbahas telah menerima penghargaan pada 29/5 dan langsung diterima oleh Kepala dinas pendidikan humbahas Drs.Jonny Gultom, Jonny juga menambahkan, agar para guru jangan mengucapkan kata kata yang tidak enak di dengar oleh para siswa yang daya tanggap belajarnya nya kurang, contoh:” bodoh kali kau, menurutnya, dengan omongan yang demikian, bisa mempengaruhi fisik si anak, dan tentunya merasa tidak dihargai. Jonny juga menekankan kepada Para kepala sekolah SD, agar menyarankan para guru lebih memperhatikan kriteria para siswanya. Baktiraja ini penuh dengan situs sejarah, tetapi anak anak disini tidak bisa mengembangkan, bagai mana mengembangkan legenda sejarah yang menjadi titik kemajuan Baktiraja. “Tegasnya. “Tidak ada anak yang bodoh, akan tetapi anak anak kita tidak mendapatkan guru yang baik, dengan metode belar yang baik, ” tambah Jonny.

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

Kepala sekolah SMP N 1 Baktiraja Ince Imelda Simamora S.pd. menjelaskan, adapun beberapa produk yang di tampilkan dan kegunaannya, “agar para anak anak tau, bahwa bumi Indonesia ini memiliki potensi obat obatan yang bisa mereka gunakan, untuk masa depan mereka. Ince juga sangat mengapresiasi kinerja para siswa, dan kedepan akan mengadakan Marching band di , SMP N 1baktiraja adalah salah satu implementasi kurikulum Merdeka yang berjalan di tahun ini, Ince juga menambahkan bahwa SMP N 1 Baktiraja adalah satu satu nya “sekolah yang masuk dalam implementasi kurikulum merdeka mandiri berbagi. “Tutup Ince. (Junri)