LEBAK, – bhayangkaranews24.id, Puluhan masa yang tergabung di organisasi masyarakat (Ormas) Laskar Merah Putih (LMP) Markas Cabang (Marcab) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menggelar aksi demonstrasi di depan pintu gerbang pabrik sepatu PT. SHB 2 Rangkasbitung, tepatnya di Ruas Jalan Rangkasbitung – Cikande, Kampung Sena, Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Kamis, ( 2/11/2023.)

Dalam aksinya, pendemo menuding maraknya praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di lingkungan pabrik sepatu PT. SHB 2 ditengarai melibatkan oknum management diperusahaan PT. SHB 2 Rangkasbitung.
Dugaan pungli itu antara lain, biaya tutup PO dengan nilai Variatif, Rp. 20.000 – Rp. 35.000, dibayar diakhir bulan setelah gajian yang dibebankan kepada karyawan.
“Kami minta APH, dalam hal ini pihak kepolisian mengusut tuntas dan menindak tegas oknum pelaku pungli di PT. SHB 2,”kata Mamik Selamet dalam orasinya.
“Kami mendesak, hapus biaya tutup PO yang dibebankan kepada Karyawan, hapus Monopoli dagang yang bersifat memaksa Karyawan. Rekrutmen karyawan harus Transparan, agar menghindari Calo dari Praktik Rekrutmen Fee.”ujar Mamik Selamet
Pendemo mendesak pecat Oknum di Jajaran Management yang bermain kotor, usut tuntas Mafia yang bermain mata di PT SHB 2 Rangkasbitung.
Dijelaskan, jumlah Karyawan di PT. SHB sekira 1.300 Karyawan yang bekerja di PT. SHB 2. “Karyawan juga wajib membeli sejumlah barang, diantaranya minyak goreng, makanan, dan lain-lain yang disediakan,”tandasnya.
Sementara itu, Adil Hakim pendemo lainnya mengatakan, terjadi dugaan penggiringan kepada karyawan agar mereka membeli sejumlah barang dagangan yang bersifat memaksa.
Adapun lanjut Adil Hakim, barang dagangan tersebut telah disediakan diluar lingkungan kawasan perusahaan. “Hal ini dilakukan agar praktek jual paksa agar tidak terendus oleh pihak – pihak berwenang,”katanya
“Dugaan rekrutmen fee karyawan, dengan nilai fantastis terjadi pada waktu – waktu tertentu. Hal ini dilakukan seiring keluar masuknya karyawan yang diduga dilakukan oknum management PT. SHB 2 Rangkasbitung,”imbuhnya.
Pantau wartawan, hingga aksi berakhir. Tidak ada satupun pihak management perusahaan PT. SHB 2 yang mau menemui para pendemo. (***)
AM-212



