Tangerang – bhayangkaranews24.id, telah digelar sidang pra Konferensi Musyawarah Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kemiri di Gedung Yayasan Al-Muhajirin Desa Rancalabuh. Ahad (19/11/23) pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai.
M. Saepul Bahri, S.Pd.I., selaku kepala sekolah MI Darul Muhajirin ditunjuk sebagai Muqosimul Auqot dan membuka acara dengan membaca surat Al-fatihah bersama-sama dengan tujuan demi kelancaran dan hasil maksud segala tujuan.
Ust. Marjuk Selaku Ketua MWCNU Kecamatan Kemiri priode 2019-2023 dalam sambutannya mengatakan, “saya percayakan kepengurusan MWCNU Kecamatan Kemiri, kepada sahabat-sahabat yang hadir ataupun yang berhalangan, utamanya kepada wakil saya Ust. Mujib yang sekarang sudah menyatakan diri tentang kesiapannya menjadi Ketua MWCNU yang baru.”katanya.
Ust. Marjuk juga menjelaskan, bahwa verifikasi dan validasi keanggotaan tingkat Ranting atau disebut Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU), itu ditangani langsung oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten, Jadi makanya acara ini kita namai “pra konferensi”, dengan alasan SK Ranting kita belum selesai dibuatkan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang, sehingga ini sangat membutuhkan waktu untuk memproses segala persiapan untuk dilakukan “Konferensi Musyawarah Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kemiri 2023-2028”, “Sambungnya
Ust. Khosyi’in selaku calon Rois Syuriah MWCNU Kecamatan Kemiri, memberikan pencerahan kepada yang ikut hadir dalam acara pra Konferensi tersebut, dengan mengenalkan tentang Nahdlatul Ulama, apa itu NU, untuk apa NU didirikan, dan siapa saja muassis NU, dan masih banyak lagi yang disampaikan tentang Nahdlatul Ulama.
Sementara itu, Ust. Ahmad Mujib selaku calon ketua MWCNU Kecamatan Kemiri yang baru, juga diberikan kesempatan oleh Muqosimul Auqot, “insya Allah saya siap untuk menjadi bayangan para Ulama muassis NU, Ulama Pengurus NU, dan Ulama-ulama yang ada dikecamatan kemiri, agar kita semua bisa satu visi dan misi, demi untuk menjalankan roda organisasi menuju program Nahdlatul Ulama yang kita cintai ini, “Ungkapnya
Program tersebut bisa kita hafal dengan mudah, dan mulai kita jalankan sesuai perkum Nahdlatul Ulama, Program tersebut meliputi : Program Ideologi Aswaja, Program Pendidikan Aswaja, dan Program Ekonomi Masyarakat Aswaja. Bersama Insya Allah kita Bisa.”Tutupnya.
Kemudian Sambutan dilanjut oleh Ust. Hilmi Rahmatullah, Selaku Tokoh Agama, Putra dari salah seorang Kiyai Kharismatik di Kampung Benyawakan Desa Klebet Kecamatan Kemiri,”sebelum kita mengarah kepada badan Otonom atau lembaga-lembaga yang ada di Organisasi Nahdlatul Ulama, seyogyanya kita rapihkan dulu di kepengurusan MWCNU Kecamatan Kemiri ini, toh nantinya kalau pokoknya sudah rapih, insyaa Allah tunas tunas yang lain pun akan bertumbuh banyak dengan sendirinya, “Ujarnya.
Kiyai Muda ini juga menjelaskan,”ada 4 tulisan di atas tongkat Nabi Musa Alaihissalam, yang pada akhirnya dapat diambil kesimpulan, jika Pejabat, Ulama, Orang Kaya, dan Orang Faqir sudah bersatu padu demi untuk kemaslahatan umat, maka saya yakin MWCNU Kecamatan Kemiri akan berkembang pesat dan masyarakat pun akan merasakan manfaat adanya kita, baik dari segi pendidikan ataupun dari segi ekonomi, sesuai dengan tujuan para muassis Nahdlatul Ulama.
Terakhir Ust. Jaelani Menambahkan,”Alhamdulillah saya bangga bisa berkumpul dengan para kiyai, sedikit tambahan dari saya, Rosulullah SAW bersabda yang artinya, “sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat”, dari hadits ini ada perintah untuk kita agar terus belajar dan belajar apalagi dalam wadah yang mulia ini, karena “kebaikan yang tidak terorganisir, akan mudah dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir”. “Singkatnya.
Acara berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan Do’a oleh Ust. H. Jam’an Selaku Tokoh Agama di Desa Rancalabuh Kecamatan Kemiri.
(AM-212)



