Bhayangkaranews24.id,- Sumedang, 6 Desember 2023 — Sebuah revolusi hijau mencuat dari Desa Sukaluyu dengan meluncurnya program inovatif, Ngoprek Runtah. Dengan penuh semangat, Ani Widyastutik, mahasiswa dari Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, bersama warga setempat, menjawab panggilan tindakan dalam sebuah rembug dusun yang digelar pada Kamis, 24 November 2023, di Balai Pertemuan Warga RW 4.

Ngoprek Runtah bukan sekadar program penanganan sampah, tapi merupakan perwujudan nyata dari kesatuan dan kepedulian masyarakat Desa Sukaluyu terhadap permasalahan sampah plastik. Melibatkan pemetaan sosial, interview, dan observasi selama 20 hari. Program ini menemukan akar permasalahan terkait lahan bersama untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
Ecobrick menjadi jawaban kreatif untuk mengatasi tantangan tersebut. Proses pembuatan Ecobrick dimulai pada 24 November dan mencapai puncaknya pada 2 Desember 2023 di Balai Pertemuan RW 4 Desa Sukaluyu. Namun, program ini tidak hanya mengubah sampah menjadi bahan bangunan ramah lingkungan, tapi juga menjadi panggung bagi kolaborasi yang menginspirasi antara warga setempat, Trash Ranger Indonesia, dan berbagai elemen masyarakat.
Trash Ranger Indonesia turut ambil bagian sebagai narasumber dan fasilitator yang memandu para pelajar SD dalam menyulap sampah menjadi Ecobrick. Kolaborasi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk Ketua RW 4, anak-anak kelas 4 hingga kelas 6 dari SDN 6 Cibogo, perwakilan dari setiap RT, serta perwakilan dari TP PKK Desa Sukaluyu dan TP PKK POKJA 4 berkumpul untuk menjadikan Ngoprek Runtah lebih dari sekadar program.
Kepala Desa, Kepala Dusun Kewilayahan 2, Kaur Kewilayahan dan perwakilan BPD turut hadir, menegaskan dukungan mereka terhadap inisiatif yang mampu menyentuh hati dan menciptakan perubahan positif di masyarakat. Dalam motivasinya, desa ini mencatat pengalaman sebelumnya dengan bank sampah yang hanya bertahan 2-3 tahun.
Kendati awalnya ingin membuat TPS, kendala lahan mengarahkan mereka pada ide Ecobrick sebagai solusi yang dapat diadopsi secara luas.
Ngoprek Runtah memiliki target khusus pada pelajar SD dan orang tua, mengingat identifikasi bahwa anak-anak sering membuang sampah secara sembarangan. Melalui serangkaian kegiatan, seperti diskusi, sosialisasi, dan pembuatan Ecobrick, program ini tidak hanya menjawab permasalahan sampah plastik tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
Dengan acara yang meriah, Ngoprek Runtah tidak hanya meresapi sukses di tingkat lokal, tetapi juga membuka percakapan tentang keberlanjutan dan kreativitas dalam menanggapi isu global seperti sampah plastik. Dusun Cibogo membuktikan bahwa langkah kecil dapat memicu perubahan besar, dan Ngoprek Runtah adalah tonggak awal menuju desa yang bersih, hijau, dan berdaya.
Program ini diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengatasi permasalahan sampah dengan pendekatan yang sederhana, inklusif, dan berkelanjutan. Ngoprek Runtah, sebuah langkah kecil dengan dampak besar untuk menyelamatkan bumi kita.
(242/Damian/BN24)



