بسم الله الرحمن الرحيم

Ilmu kewalian itu satu kesatuan dengan dua ilmu lainnya?:

Banten – bhayangkaranews24.id, Pertanyaannya apa itu ilmu kewalian dan apa sajakah dua ilmu lainnya?
Ilmu kewalian yg sekarang lebih cenderung diartikan kepada seseorang yg memiliki khoriqul ‘adah (diluar nalar pada lumrahnya manusia) padahal sihir juga terlihat diluar nalar.

Ada juga model yg diakukan sebagai Ilmu kewalian bahkan ini lebih naasnya lagi kadang menyalahi aturan syari’at yang semestinya dipatuhi, seperti tidak menjaga sholat tidak menjaga aurat tidak menjaga lisan dari berkata kata yg berlebih-lebihan bahkan membaca keburukan tingkah laku dan hati seseorang.

Kadang Pernah kita jumpai mereka ini seperti berani dan merasa begitu percaya diri sekali dengan mengaku bahwa dirinya sudah kasyaf bisa melihat ini dan itu ada makhluk ini dan ada makhluk itu, sedangkan kamu, kamu belum bisa, bahkan memiliki rujukan kitab seperti futuh Al ghoibi misalnya karya Asyaikh Abd. Qodir Ra. yang dari nama kitabnya saja kita dapat fahami bahwa itu persoalan tentang ghoib.

Padahal Tuan Syeikh sendiri sangat menjaga sekali lisannya (Tidak mau membaca atau meramal memilih mingkem) dengan mengaku atau melihat hal ghoib pada kebanyakan orang

لولا لجام الشريعة على لسانى لاخبرتكم بما تاكلون وماتدخرون فى بيوتكم انتم بين يدى كالقوارير ارى ما فى ظواهركم وبواطنكم.

“Jika tidak ada kendali syari’at yang mengunci lisanku ini pasti akan aku ceritakan padamu sesuatu barang yg belum ada dari bahan apa yg akan kamu makan dan apa yg kamu timbun di dalam rumahmu, karena kamu semua didepanku persis seperti botol yg bening aku bisa melihat luarnya tembus sampai dalamnya dan terlihat apa saja isi isinya sampai apa yg kamu simpan didalam hatimu.”

Muqoddimah Kitab Hadits Jaya baya Kiyai Masrukhan Ikhsan Meranggen.

Dan dengan pengakuan tersebut tidak sedikit orang-orang yg alim apalagi orang yg awam misly tentang perghoiban yg diluar nalar itu, merasa kaget bahkan terkagum-kagum, padahal Qur’an sendiri awal-awal ayatnya sudah mengatakan yu’minuuna bil ghoibi (orang-orang yg bertaqwa ialah yg percaya kepada yg ghoib).

Dan Ketika timbul menjadi ngetren dalam pembahasan persoalan orang yang memiliki katakanlah aji penerawangan weruh sedurunge winarah mengetahui halus-halusnya makhluk ada didalam makhluk atau benda, dan bisa membaca pikiran orang dan karakter asli seseorang bisa melihat hal yg sudah lampau lampau dan masa depan yg akan terjadi, padahal hadits Rosul juga tidak sedikit yg membaca akan hal kejadian zaman yg dahulu dan sekarang atau hadits tentang kejadian zaman akhir,perubahan orang dan alamnya akan terjadi seperti apa, dari jauh jauh masa kurang lebih 1400 tahunan yg lalu sebelum adanya ilmu saint dan technology canggih.

Saya sendiri masih sempat mendengar orang tua bilang “Nak nanti sebentar lagi akan ada zaman banyak gambar hidup ternyata tidak lama kemudian muncul televisi, Nak.nanti akan ada rumah bisa terbang ternyata terbukti sekarang ada pesawat terbang dan lain-lain.

Kembali kepada persoalan perghoiban dan khoriqul ‘adah khususnya pada zaman sekarang yang terjadi setelah saya amati dan saya cermati dan saya perhatikan ternyata memang benar ramai juga pembahasan soal itu dimana-mana. Diantaranya para pembahas dan pembicara soal tersebut ada yg sebagai pakarnya hukum pakarnya fiqh pakarnya ghoib pakarnya usul furu’ pakarnya tukang tanya juga ada kaya saya..haha..

Semuanya terlibat dan dibuat sibuk untuk bagaimana melerai atau menentang bahkan pembenaran dan pemberian dukungan kepada sebagian pihak atau semua pihak antara yang pro dan kontra dengan menyediakan dalil dan Nash -nash dari Qur’an Hadits dan dari kitab-kitab para ‘Ulama mutaqoddimin maupun mutaakhkhirin yg klassik maupun yg modern.

Namun iya tidaknya bagi kebanyakan orang awam yg semisal saya awamnya tetap saja belum bisa tercerahkan se cerah-cerahnya yg haqqul yaqin yang kompeten dan pakem untuk kejelasannya

Karena menurut pikiran saya yang awam ini itupun kalau diterima usulannya, cobalah sedikit ada gerak cepat sat set ehh maaf mirip semboyannya capres anu ya hehehe…

Namun tetap komitmen dengan dasar penuh kesabaran kasih sayang dan ketelatenan.

Selain sangat penting memang Bahtsul Masail, tapi juga untuk dipikirkan dan untuk ditularkan secara lebih meluas lagi minimal disetiap pelosoknya para asatidz NU, umumnya kepada jama’ah manusia diluaran sana yg jumlahnya lebih banyak dan lebih aktif perselisihan pro kontranya bahkan para pelakunya sendiri atas persoalan tersebut bisa di tuntun dan di tabayyuni.

Karena memang Nahdlotul ‘Ulama sendiri menurut penafsiran kiyai dikampung saya dengan bahasa dialek Jawa nya ialah “Nggeregahe para ‘Ulama Maring persoalan e ummat sing lagi dilakoni.”(mungkin bahasa indo kerennya investigasi nya survey lapangan pemberian pemikiran dan pengupayaannya para ‘Ulama memberikan solusi untuk persoalan ummat apa saja yang sehari-harinya sedang dijalani).

Kemudian bersambung dengan pengertian tentang khusus Ilmu kewalian ini pastinya adalah mengarah kepada karomah yang kalau mengingkarinya sama saja kita seperti mengingkari Mukjizat yg diterima oleh para Nabi.namun dikarenakan disana tentang kewalian seseorang itu tidak ada yg mengetahuinya kecuali sesama wali lagi yang tahu seperti apa para ulama yg sudah sering kita dengar haditsnya atau atsarnya yg Wallahu a’lam bilafdzihi wamurodihi_

Namun saya hanya bisa sedikit memeriksa, kitab-kitab yg sering menjelaskan dengan lebih banyak yaitu perjalanannya saja para wali-wali Allah itu, seperti menerangkan tentang kebersihan hatinya keikhlasan amal ibadahnya jujur perkataannya secara luar biasa sekali, mereka ini jika sekejap mata saja tidak ingat Allah batal kewaliannya bahkan kiyai bilang para wali itu levelnya diatas ibadah namanya ‘Ubudiyah. Perbedaannya kalau ibadah itu mengerjakannya ada waktu-waktunya, sedangkan ‘Ubudiyah ini terus terusan dari dunia sampai akhirat.. 

تنبيه

العبادة هي فعل ما يرضاه الله و العبودية الرضا بما يفعل الرب.والعبودية اولى من العبادة لان العبادة فى الدنيا فقط والعبودية من الدنيا الى الاخرة

Wallahu a’lam bimurodihi wakitabihi dari rujukan kitab apa, diambil dari putusan para ulama daerah kajen pati jawa tengah.

Bersambung insyaAllah.

Penulis : Kang Abdul Muiz Al Busthomi

(AM-212)