
Bengkulu Utara , bhayangkaranews24.id _ Beragam kecaman dan kutukan terhadap pelaku pencabulan anak-anak terus bermunculan. kasus yang terjadi pada siswi di SDN 215 Bengkulu Utara yang menimpa 24 orang siswi. Tak sedikit yang prihatin dan emosi pada perbuatan oknum guru agama tersebut.
Joko Purnomo ketua DPW Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli Transparansi Repormasi (PETA) merasa geram terhadap perbuatan oknum guru agama tersebut , Menurut Joko ulah pelaku oknum guru agama terhadap siswi sekolah dasar tersebut merupakan kebiadaban yang tidak termaaf’kan.
“Siswi Sekolah Dasar yang menjadi korban kebiadaban orang oknum guru agama itu sangat membuatku murka sekali Anak-anak ini kan harus dilindungi dan disayangi bukan diperlakukan seperti itu,” ungkapnya, senin 22.01.2024
Dari informasi yang diperoleh ada sekitar 24 siswi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bengkulu Utara. Diduga menjadi korban pencabulan oleh salah seorang oknum guru agama berinisial HD.
“Saya sangat sesalkan Perilaku Cabul yang diduga dilakukan oleh Oknum Guru Agama terhadap 24 Siswi di Bengkulu Utara, ini perbuatan yang biadab dan sangat merugikan masa depan anak anak siswi yang menjadi korban oknum guru Agama tersebut.
Dan seharusnya guru agama , tau akan perbuatan baik dan tidak baiknya, Ujar Joko Purnomo.
Joko sebagai ketua DPW LSM PETA Bengkulu mengutuk keras perbuatan yang di lakukan oleh oknum guru Agama tersebut dan meminta kepada aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman yang seberat beratnya kepada oknum guru Agama tersebut, jika pelaku dihukum ringan sangat tidak adil mengingat dampak psikologis korban yang akan berkepanjangan. Ujarnya.
“Sangat tidak adil sekali kalau dihukum ringan. Sementara anak yang menjadi korban ini traumatik. dan masa depannya bisa hancur. Juga biar jadi pelajaran buat pelaku agar tidak berbuat cabul terhadap anak-anak di bawah umur lainnya,” kata Joko menahan emosi geramnya.
***


