Lampung
bhayangkaranews24.id
Kasus perundungan/penganiyayaan anak yang terjadi di pekon Wonodadi kecamatan gading Rejo kabupaten Pringsewu Jumat 18 April 2025 yang lalu sekalipun agak KOTRAFERSI sudah ada gambaran babak baru di mana pihak pelaku dan pihak (APH) polres Pringsewu sudah ramai angkat bicara.
Rabo 30/April/2025

Tapi sayang adanya klarifikasi dari pengacara korban dan APH polres Pringsewu di duga ada perbedaan dengan kronologis kejadian yang di alami korban dan saksi korban.
Pasalanya dalam kelarifikasi Wakapolres Pringsewu
Bapak Kompol Robi Wicaksono yang di unggah melalui youtube
beberapa hari yang lalu yang di kutib dari bebepara kalimat kalirifikasi tersebut sempet menyatakan,” yang bertemu pertama itu adalah
INTAN dan CT,” tuturnya
seklumit dari penyampain bapk KOMPOL ROBI WICAKSONO selaku Wakapolres Pringsewu.
Ada lagi klarifikasi dari pengacara dari Ibu perundungan/penganiyayaan anak pelaku atas nama INTAN mengatakan kalo kejadin yang sebenarnya itu katanya murni perkelahian.
Untuk memastikan benar dan tidaknya klarifikasi dari pihak APH polres Pringsewu, dan kuasa hukum keluarga pelaku tersebut tim awak media mendatangi korban di mana korban yang berinisial (CT), kepada awak media mengatakan..
,” kalo yang datang duluan ketemu INTAN itu bukan saya tapi BILKIS, saya datang belakangan sama (MLG)
ketemu INTAN dan BILKIS itu saya di jalan mreka sudah arah balik dari lapangan osaka pekon Wonodadi saat itu saya liat muka BILKIS sudah agak memar
lalu saya tanya kamu kenapa, BILKIS bilang baru di pukul INTAN, gak lama dari itu INTAN datang menghampiri saya dan (MLG)
dan bertanya mana yang namanya (CT) kata INTAN saya bilang saya, terus tiba-tiba INTAN mengbil kontak motor dia membawa motor saya
INTAN yang Bawak motor, saya di tengah (MLG) di belakang, di perjalanan karna jalan licin berbatu kami bertiga kepleset jatoh, sambil bangun dari jatoh itu tanpa basa-basi intan megang baju leher saya terus nampar saya
karna lokasi gak memungkinkan saya di bawa pindah lagi setelah itu saya pindah motor di bonceng sama (NJW) di Bawak ke lapangan masjid babu Sallam desa Wonosari
Sampek di sana tadik ya saya mau di lelep-leleppin di air tapi gak jadi
terus saya di pukulin, di tendang, di tampar, di cekik saya udah bilang ampun-ampun mintak maaf tapi INTAN masih terus mukulin saya
terus ada orang berhenti karna mungkin INTAN belum puas menghajar saya, saya di Bawak lagi nyari tempat yang sepi ya itu di taman wisata batu putih desa Sidodadi kecamatan waylima pesawaran
Sampek di sana seperti vidio yang FIRAL itu saya di pukulin lagi, kepala saya di jedotin di tiang listrik, di tampar pokoknya kaya orang kesurupan dia banyak menghajar saya sangking takutnya saya lari tapi dia terus ngejar saya, sambil mukulin saya, saya sudah mintak maaf dia tetap gak perduli, bahkan semakin saya mintak maaf seperti vidio yang viral INTAN semakin bringas mukulin saya
dan kejadin gak hanya sebatas itu karna saat itu lagi-lagi ada orang saya di bawa pindah lagi di jalan makam yang masih di wilayah desa Sidodadi di sana INTAN masih belum puas berusaha menghajar saya lagi Sampek saya di suruh sujud menyembah nyium kaki INTAN yang saat itu sangat kotor karna saat itu saya benar-benar ketakutan takut kalo ga saya turutin takut INTAN bunuh saya kembali seperti vidio yang viral beredar di medsos saya mencium kaki INTAN,” jelasnya
Di tempat yang berbeda ( MLG) yang merupakan kawan yang saat itu datang belakangan sama (CT) saat di konfirmasi sama awak media juga mengatakan hal yang sama seperti yang di ceritakan sama korban (CT) ke awak media.
Mencermati dari klarifikasi pihak APH polres Pringsewu dan pengacara keluarga pelaku ini jelas ada yang berbeda dan ada apa
POIN
kalo pihak APH polres Pringsewu mengatakan kronologis pada hari Jum,at malem tanggal 18/04/2025 kisaran pukul 18.30wib itu yang ketemu dulun itu INTAN sama CT itu gak bener
Karna faktanya sesuai keterangan CT dan saksi MLG itu yang ketemu duluan di lapangan OSAKA desa wono Dadi itu INTAN dan BG.
Terus poin kedua
kalo pengacara pihak pelaku mengatakan ini murni perkelahian ini lagi-lagi gak bener kembali berdasarkan keterangan korban CT dan saksi MLG dari pertama CT ketemu intan gada sedikitpun CT melakukan perlawanan kepada INTAN.
RIL jadi pertanyaan ini ada apa pihak APH polres Pringsewu dan dan pengacara memberi klarifikasi tapi berbeda dengan kejadian yang sebenarnya.
Lampung bhayangkaranews24.id
Tim memberitakan



