JAKARTA – bhayangkaranews24.Id
Selasa, 26 Agustus 2025 | Pukul 04.30 WIB
Jl. H. Maisin No. 50, RT 004/015 Kampung Bulak Klender, Jakarta Timur
Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit

Islam adalah agama yang sempurna. Ajarannya tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga hubungan antar sesama manusia. Salah satu ajaran penting dalam Islam adalah adab dan akhlak mulia, termasuk dalam menghargai karya, pikiran, jasa, dan amal orang lain.
Poin Penting
1. Menghargai orang lain
Islam mengajarkan kita untuk mengakui usaha, jasa, dan ilmu yang diberikan orang lain. Menghargai mereka adalah bentuk rasa syukur kepada Allah sekaligus menjaga ukhuwah sesama muslim.
2. Ibadah adalah urusan pribadi dengan Allah
Allah SWT menegaskan bahwa amalan manusia tergantung pada niatnya. Rasulullah ﷺ bersabda:
> إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hanya Allah yang Maha Mengetahui niat dan keikhlasan seseorang. Tugas kita bukan menilai hati orang lain, melainkan memperbaiki diri sendiri.
3. Larangan merendahkan dan memperolok
Allah berfirman:
> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ …
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka lebih baik dari mereka. Dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok).”
(QS. Al-Ḥujurāt [49]: 11)
Ayat ini mengingatkan kita agar tidak meremehkan orang lain, karena bisa jadi mereka lebih mulia di sisi Allah.
4. Adab dalam berdakwah dan mengingatkan
Allah berfirman:
> اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِۙ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.”
(QS. An-Naḥl [16]: 125)
Rasulullah ﷺ adalah teladan akhlak mulia, yang menyampaikan kebenaran dengan kelembutan dan tanpa menyakiti hati.
5. Kritik dalam Islam
Kritik boleh dilakukan, tetapi dengan niat tulus, adab yang baik, dan landasan ilmu. Jika kritik hanya bertujuan merendahkan atau menjatuhkan tanpa bukti, maka hal itu termasuk ghibah atau tuduhan yang dilarang.
Penutup
Tulisan ini menjadi pengingat bahwa media sosial seharusnya menjadi sarana untuk menebar manfaat, bukan saling menjatuhkan. Bila ada yang bermanfaat, silakan diamalkan. Jika kurang berkenan, cukuplah ditinggalkan tanpa harus merendahkan penulisnya.
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba yang rendah hati, menjaga lisan, serta selalu menghargai karya dan niat baik orang lain.
joSSer (RH 238)



