Aceh. Bhayangkaranews24.id.
pasalnya Selama ini ASN yang berkerja di daerah Aceh timur acap kali harus menghabiskan uang satu hari Rp 50.000,00 (lima puluh ribu rupiah) bahkan lebih dari itu. yang ironis dari permasalahan ini. dimana ASN Aceh Timur berdomisili dikota langsa sementara mereka harus berkerja memakan waktu satu jam lebih didalam perjalanan dari rumah kekantornya. dan ini dilakukan mereka hampir setiap hari kerja. bayangkan dengan kerja yang lumayan jauh dan yang lumayan harus menghabiskan uang sebanyak Rp 50.000.00(lima puluh ribu rupiah) bahkan bisa lebih dan ini dikarenakan mereka harus pergi menggunakan angkutan umum untuk mencapai kantornya yang memakan waktu satu jam lebih karena dulunya petugas ASN adalah berdomisili di kota langsa dikarenakan pemekaran wilayah antara Kota.Langsa dan Kabupaten Aceh timur pada tahun 2000 lalu.

Biasanya biaya trasportasi pulang pergi kekantor bisa mencapai Rp 30.000,00 (tiga puluh ribu rupiah) dan itu ditambah dengan ongkos makan mereka sebesar Rp 20.000,00(dua puluh ribu rupiah) genaplah biaya keseluruhannya Rp 50.000,00(lima puluh ribu rupiah) perhari di dalam waktu berkerja. Sementara hampir keseluruhan ASN yang ada di Aceh timur telah meminjam keridit ke Bank daerah untuk keperluan pembangunan rumah mereka. tentulah peminjaman keridit tersebut bukan gratis yang diberikan oleh pihak bank tersebut. yang sangat disesalkan oleh ASN di Aceh timur mereka selalu menjadi bulan-bulanan pemerintah daerah Aceh timur sendiri dan bukanlah mereka semata-mata malas untuk.pergi.kekantor tetapi nasib hidup ASN di aceh timur semangkin nampak di Zolimi oleh pemerintah daerah acehtimur sendiri. seharusnya tunjangan kinerja yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk pembayaran gaji tunjangan ASN tersbut harus dibayar dengan cepat dan jangan ada sanksi pemotongan yang di lakukan.pemerintah daerah aceh timur sendiri dan ini mungkin ada dugaan adanya Akal-akal pemerintah daeh sendiri dan kini ASN Pemerintah Aceh timur mulai Nakal untuk tudak patuh kepada aturan ASN dan bahkan ada dugaan sudah Depresi karena pemerintah daerah aceh timur selalu bercerita aturan tanpa ada solusinya.

Perlu di ketahui bersama Gaji ASN tersebut bukan hanya untuk pergi buat biaya transportasi kekantor saja tetapi yang wajib itu untuk perekonomian keluarganya itu yang paling utama, jangan gara – gara permasalahan manajemen ngantuk seperti ini sehingga ASN hancur-hancuran hidupnya untuk mempertahankan ekonomi untuk keluarganya. dan seharusnya pemerintah aceh timur itu punya kebijakan yang cakap dalam pembayaran gaji tunjangan perestasi kerja (TUKIN) untuk ASN tersebut dan agar mereka itu rajin didalam berkerja bukan selalu menekan dan selalu bercerita peraturan Seolah-olah dipemerintahan daerah sendiri sudah bersih. kenapa berita ini diturunkan karena beberapa ASN aceh timur mengeluh kepada awak media Bhayangkaranews24.id perilaku kebijakan pemerintah daerah aceh timur. (05/10/2023)ZL.