Pesawaran Lampung bhyangkaranews24.id – Jalur kabel PLN yang mengelupas di Dusun Ciberes, Desa Cipadang, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, akhirnya mendapat titik terang setelah tiga tahun pengajuan proposal tak kunjung dieksekusi.

 

Pergerakan cepat datang setelah seorang warga melapor meminta bantu ke kepala dusun tetangga sebelah karena khawatir kabel telanjang itu mengancam nyawa. Laporan tersebut langsung diteruskan ke PLN ULP Pringsewu untuk meminta penanganan darurat.

Sementara selaku Kelapa dusun yang mempunyai wilayah kabel mengelupas RIMANTO membenarkan kondisi kabel sudah sangat membahayakan. “Proposal pergantian kabel dan penambahan tiang sudah kami ajukan sejak pertengahan 2023 tapi tiga tahun ga ada kabar. Kabelnya mengelupas, kawatnya kelihatan, dan nempel di batang pohon. Kalau hujan, anak-anak lewat bawahnya. Ngeri kesetrum,” ujarnya, Senin 20/04/2026.

 

Pantauan http://Bhayangkaranews24.id di lokasi, kabel SR sepanjang puluhan meter terlihat getas dengan isolasi terkelupas. Kabel melintang rendah di antara permukiman dan hanya ditopang tiang kayu serta pohon mangga milik warga. Jarak antar tiang eksisting diduga melebihi standar, membuat bentangan kabel kendor dan mudah bergesekan.

 

Menurut Rimanto, selama tiga tahun warga hanya bisa memasang bambu penyangga darurat. “fulu sempat ada percikan api waktu hujan deras. Kami yang padamkan pakai karung basah. Makanya kemarin ada warga yang panik terus lapor ke kepala dusun sebelah tetangga biar dibantu dorong ke PLN,” jelasnya.

 

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim teknis PLN ULP Pringsewu turun melakukan survei Senin 20/04/2026. setelah surve lokasi pihak PLN akan segera secepatnya mengganti kabel lama dengan kabel TC 2×10 mm sepanjang +/- 300 meter dan menambah tiga tiang beton 9 meter di titik rawan.

 

“Kami akui kondisinya prioritas. Material sudah diusulkan ke UP3 Tanjung Karang. Target minggu ini SPK turun supaya bisa langsung kerja,” kata petugas PLN perwakilan ULP Pringsewu saat dikonfirmasi.

 

Kepala Desa Cipadang, Sugianto mengapresiasi gerak kepala dusun tetangga yang langsung menghubungi menejer PLN dan menekan pihak PLN agar segera melakukan perbaikan. “Ini soal keselamatan.’ tegasnya.

 

Salah satu warga (Suyanto) yang kebetulan memahami di bidang kelistrikan mengingatkan kabel telanjang bertegangan 220 Volt dapat mematikan dalam hitungan detik, terutama saat basah. “Pohon jadi konduktor. Jangan tunggu korban baru diganti,” ujarnya.

 

Warga dusun Ciberes berharap pengerjaan tidak molor lagi. “Tiga tahun kami tidur nggak tenang. Tolong buktikan titik terang ini benar-benar jadi terang,” kata [nama warga], ibu rumah tangga RT02/RW07 yang kebetulan remahnya berdekatan dengan jalur kabel yang mengelupas

 

Hingga berita ini diturunkan, PLN belum merilis jadwal resmi pelaksanaan. bhayangkaranews24.id

 

(tim)