Bengkulu Utara, Bhayangkaranews24.id -Pemerintah Desa Genting Perangkap, Kecamatan Air Besi , Kabupaten Bengkulu Utara, resmi memulai pembangunan rabat beton dengan menggelar kegiatan penandaan titik nol pada (8/6/2026) Kegiatan berlangsung di lokasi pembangunan dan dihadiri unsur pemerintah desa, aparat keamanan, instansi terkait, lembaga desa, masyarakat, hingga awak media.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Desa Akib , Camat Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pendamping Desa, Babinsa, bhabinkamtibmas Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), serta awak media.
Pembangunan rabat beton ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat yang bersumber dari dana pembangunan desa.
Proyek tersebut bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur dasar desa, memperlancar akses transportasi masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan warga Desa.
Dalam sambutannya, Kepala Desa , menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan kebutuhan masyarakat yang harus dilaksanakan secara maksimal dan penuh tanggung jawab.
“Kami berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan lancar, aman, tepat waktu, dan menghasilkan pembangunan yang berkualitas sesuai standar teknis. Dana yang digunakan adalah amanah masyarakat, sehingga harus dimanfaatkan dengan benar dan tepat sasaran. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawasi proses pembangunan ini agar hasilnya benar-benar bermanfaat bagi warga,” ujar kades.
Sementara itu, pihak Kapolsek., menyatakan dukungan penuh pihak kepolisian terhadap program pembangunan desa. Ia menegaskan bahwa kepolisian siap menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pembangunan berlangsung.
“Kami memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Kami juga mengimbau pelaksana pekerjaan agar selalu mengutamakan keselamatan kerja dan kualitas pembangunan sesuai standar,” tegasnya.
Camat Air Besi Amdan turut mengingatkan agar seluruh pelaksanaan kegiatan mengacu pada aturan pengelolaan keuangan desa yang berlaku, dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat.
Seluruh proses pembangunan akan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa . TPK diharapkan dapat bekerja secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab, serta rutin melaporkan perkembangan pekerjaan kepada pemerintah desa dan lembaga terkait.
Kegiatan penandaan titik nol ditutup dengan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan oleh seluruh tamu undangan. Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, instansi terkait, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan Desa yang lebih maju dan sejahtera ( Red ) .



