Langsa.Bhayangkaranews24.id Bantuan dari sumber dana OTSUS 2019 Aceh untuk pembelian Fiber Box ikan di pungli sekitar Rp.200.000 (dua ratus ribu rupiah) tentu hal ini tidak mencerminkan azas nilai pancasila terutama sila ke 5 dari nilai pancasila, Kemanusian yang adil dan beradab. dan ini salah satu pengkianatan dari sebuah program negara ke masyarakat, yang tentunya dilahirkan program tersebut atas dasar kebutuhan masyarakat dan azas kemanusiaan yang adil dan beradab namu sampai dilapangan hal tersebut dipungli.
disisi lainnya saudara zulfadli.S.sos.i MM. selaku penggiat sosial merasa geram melihat tingkah laku panitia pembagian bantuan tersebut, beliau mengatakan. “Kita sudah reformasi pakailah pemikiran yang jujur didalam berkerja, dulu kita salahkan zaman rezim orde baru lalu kita salahkan kepemimpinan pak jokowi gak benar, kalau kita dengar cerita dan berkembang di tengah-tengah masyarakat yang di Aceh namun apa bedanya dengan kepemimpinan orang aceh ditanah sendiri, murni sendiri yang mimpin orang suku aceh Asli dan berarti Lebih parah orang kita sendiri dari pada orang pusat atau suku lain, kalau seperti ini
Saya harap masalah ini harus diperiksa kembali oleh pihak-pihak yang berwajib di negri NKRI ini dan ada apa dengan khasus ini sampai-sampai di dingin -dinginkan apakah alat hukum itu milik oknum pejabat-pejabat tertentu di Aceh ini”. karena saya langsung mendengar keterangan dari pengakuan mantan ketua pajak ikan kota langsa saudara Nurmansyah Alias Bentol, kasus ini uda pernah diangkatnya namun terkesan di diam-diamkan seolah-olah ada unsur dugaan di 86 kan. sekali lagi saya meminta kepada pihak hukum di NKRI tolong segera dipelajari persoalan tersebut karena jelas-jelas ini merugikan masyarakat dan masyarakat adalah konsumen dinegara ini yang dirugikan, ingat tanpa masyarakat lu-lu pada tidak bisa jadi pejabat dan tak bisa juga untuk buat program tersebut dan janganlah sekali-kali jual nama masyarakat di dalam program anda tetapi sejatinya diri anda itu bisa disinyalir sekolelompok penjahat dan pengkianat masyarakat Aceh. ujarnya dengan tegas (28/09/2023)zulfadli.

