Sukabumi jawabarat bhayangkaranews24.id-Ribuan warga dan kader Nahdlatul Ulama (NU) memadati Alun-alun Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi pada puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad NU Kabupaten Sukabumi, Rabu (4/2/2026).

Peringatan satu abad NU tersebut mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia untuk Sukabumi Mubarakah”. Kegiatan ini anggota NU dari berbagai tingkatan, mulai dari ranting desa dan kelurahan hingga pengurus kecamatan se-Kabupaten Sukabumi.

Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya anggota Komisi VII DPR RI, Bupati Sukabumi, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda dan Forkopimcam, perwakilan instansi vertikal, para kiai, serta tokoh agama dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi.

Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi, K.H. E.S. Mubarok, menyampaikan bahwa peringatan satu abad NU menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah daerah dalam membangun Sukabumi yang mubarakah.

“Ini merupakan momentum kebersamaan pemerintah dan NU. Hari ini kita bersama-sama menunjukkan Sukabumi yang mubarakah, NU yang maju, ulama yang bersatu,” ujarnya.

K.H. E.S. Mubarok menegaskan NU akan terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, NU memiliki lebih dari 1000 kader aktif di berbagai bidang yang siap berkontribusi untuk pembangunan Sukabumi.

“NU akan selalu bersama pemerintah yang baik, jujur, dan peduli kepada masyarakat. Kami, para alim ulama, siap menjadi garda terdepan mendukung kemajuan Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi, menekankan konsep Sukabumi Mubarakah yang berpijak pada lima pilar utama, yakni ibadah, amanah, mahabbah, harokah, dan jamaah atau kebersamaan.

Sementara itu, Bupati Sukabumi, H Asep Japar, mengajak seluruh kader NU untuk terus berperan aktif mendukung berbagai program pemerintah daerah, khususnya di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, dan sosial kemasyarakatan.

“NU memiliki peran strategis sebagai penjaga persatuan umat. Peringatan satu abad ini harus menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dan menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.

Rangkaian acara puncak Harlah 1 Abad NU Kabupaten Sukabumi diisi dengan tabligh akbar dan tausiyah oleh Ustaz Roma Muda, penampilan kreasi santri IPPNU Kabupaten Sukabumi, serta penyerahan bantuan secara simbolis kepada 10 panti jompo dan anak yatim oleh Ketua PCNU bersama Bupati Sukabumi dan jajaran.

 

-.com-Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi KH. E.S Mubarok menegaskan organisasi yang dipimpinnya akan terus bersinergi dengan pemerintah. Bahkan menjadi garda terdepan dalam menyukseskan visi-misi dan program pemerintah.

“NU akan terus bersinergi dengan pemerintah serta mengawal dan mendukung visi Kabupaten Sukabumi,” ujarnya dalam peringatan satu abad Nahdlatul Ulama yang dihadiri pula Bupati Sukabumi H. Asep Japar beserta Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas di Sekretariat PCNU Kabupaten Sukabumi, Sabtu, 31 Januari 2026.

Apalagi, KH. E.S Mubarok bersyukur memiliki pemimpin daerah di Kabupaten Sukabumi yang mencintai rakyatnya. Terutama mencintai warga Nahdlatul Ulama.

“Kita punya pemimpin yang selalu hadir dan Cinta terhadap NU,” ucapnya.

Sementara berkaitan peringatan satu abad Nahdlatul Ulama, PCNU Kabupaten Sukabumi berencana menggelar acara besar di Palabuhanratu. Bahkan acara tersebut rencananya akan menghadirkan ribuan kader NU se Kabupaten Sukabumi.

“Lebih dari seribu kader NU akan hadir di acara Harlah satu abad Nahdlatul Ulama di Palabuhanratu,” tegasnya.

Sementara itu, Katib Syuriah KH Sidik Suparman menambahkan, perintahan satu abad Nahdlatul Ulama merupakan momentum untuk bermuhasabah. Selain itu, dirinya berpesan agar terus menjaga akidah ahlussunnah wal jamaah An-Nahdliyah.

“Kader NU pun harus mampu merawat persatuan umat dan keutuhan negara, khususnya di Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, peran PCNU dan ulama sangatlah krusial di Kabupaten Sukabumi. Bahkan NU telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusifitas wilayah, membangun mental spiritual masyarakat, hingga mendorong pendidikan berbasis pesantren.

Dalam kegiatan tersebut, dilaksanakan pula penyerahan santunan untuk puluhan anak yatim.