JAKARTABhayangkaranews24.id, Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN), Cak OFi, menyampaikan bantahan keras terhadap pernyataan yang disampaikan oleh Khalid Basalamah terkait pandangannya mengenai Iran dan konflik Palestina.

 

Dalam pernyataannya, Cak OFi menilai bahwa pernyataan yang menyebut Iran dan Israel sama-sama membenci Islam merupakan pandangan yang tidak tepat dan berpotensi menyesatkan persepsi publik terhadap realitas perjuangan rakyat Palestina.

“Pernyataan tersebut sangat disayangkan. Iran selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang secara terbuka memberikan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina melawan penjajahan Israel. Mengatakan Iran sama dengan Israel jelas tidak proporsional,” tegas Cak OFi kepada wartawan, Rabu.

 

Menurutnya, selama puluhan tahun konflik di Palestina, dukungan politik, diplomatik, dan moral dari Iran terhadap rakyat Palestina tidak bisa diabaikan begitu saja. Ia menilai banyak pihak yang selama ini melihat Iran sebagai salah satu negara yang konsisten menyuarakan perlawanan terhadap kebijakan Israel di kawasan Timur Tengah.

 

Cak OFi juga menyebut bahwa sejumlah tokoh ulama di Indonesia memiliki pandangan yang lebih moderat dan menekankan pentingnya melihat persoalan Palestina secara objektif. Ia mencontohkan beberapa tokoh seperti Adi Hidayat, Abdul Somad, serta Yahya Zainul Ma’arif yang selama ini dikenal aktif menyuarakan solidaritas terhadap rakyat Palestina.

 

“Banyak ulama dan kiai Ahlussunnah wal Jamaah yang menegaskan bahwa membela Palestina adalah kewajiban moral umat Islam. Dukungan terhadap rakyat Palestina tidak seharusnya dirusak oleh narasi yang justru memecah persatuan umat,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Cak OFi menilai bahwa perjuangan rakyat Palestina telah menelan banyak korban jiwa yang gugur sebagai syuhada. Karena itu, menurutnya, perdebatan yang tidak produktif justru berpotensi mengalihkan perhatian dari persoalan utama, yaitu penderitaan rakyat Palestina akibat konflik berkepanjangan.

 

Konflik tersebut sendiri berkaitan erat dengan kebijakan pemerintah Israel di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu yang kerap mendapat sorotan dari berbagai negara dan organisasi internasional. Sementara itu, kebijakan luar negeri Amerika Serikat di masa pemerintahan Donald Trump juga sempat memicu kontroversi, terutama setelah pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 2017.

 

Cak OFi menegaskan bahwa fokus utama umat Islam seharusnya adalah memperkuat solidaritas terhadap rakyat Palestina, bukan memperuncing perbedaan pandangan di antara sesama umat.

 

“Kritik boleh saja disampaikan, tetapi jangan sampai merendahkan pengorbanan pihak yang selama ini menunjukkan dukungan nyata terhadap Palestina. Umat Islam seharusnya bersatu dalam membela saudara-saudara kita yang tertindas,” pungkasnya.

 

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan mengedepankan sikap bijak dalam menyikapi berbagai pernyataan yang beredar di ruang publik, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif di dunia Islam.

 

 

(AM-212)