Lampung bhayangkaranews24.id Baru baru ini beredar di media sosial narasi yang mengabdet curhatan anak semata wayang AKP Anumerta Lusiyanto salah satu korban yang gugur ditembak dua oknum TNI di lokasi judi sambung ayam Kampung Karang Manik Negara Batin Kabupaten Way Kanan Lampung.

Salsabila yang akrap dipanggil salsa merasa terpukul dan kehilangan sosok pahlawan kehidupan yang memperjuangkan pendidikannya rela mencari uang tambahan untuk wisudanya menjadi supir angkot selepas tugas.

Dalam narasi tertulis curhat pilu anak AKP Anumerta Lusiyanto ” ayah nyambi jadi supir,

” Ayah nyari uang nyambi nyupir angkot selepas tugas karena uang buat wisuda saya masih belum tercukupi,ayah ajarkan saya agar jangan pernah malu untuk berusaha mencari rezeki yang halal walau usaha itu dipandang rendah oleh orang karena rezeki yang kita dapat dengan cara halal pasti berkah untuk keluarga dan masa depan saya ,” ucap Salsabilla anak semata wayang AKP Anumerta Lusiyanto.

Ucapan Salsa yang tidak pernah malu dan merasa rendah diri jika bertemu kawan sebayanya yang melihat ayahnya menjadi supir angkot, dibenarkan beberapa tetangga yang satu desa dengan almarhum terkait Kapolsek Negara Batin itu sering terlihat nyupir angkot salah satu tetangga Lusiyanto yang menjadi penumpang berprofesi sebagai pedagang menyatakan kepada wartawan.

” Almarhum orang baik biasa ngajar ngaji di musolah dekat rumah, jugak murah senyum kalau soal nyopir angkot saya sering naik angkot yang disupiri oleh pak Lusiyanto waktu pukul 13 ,20 lepas belanja dari pasar juga naik angkot beliau, memang biasa begitu pak..! bukan satu dua kali saya naik angkot nya”, ucap tetangga kapolsek Negara Batin itu.

Dari beberapa fakta dan kesaksian tetangga yang menjadi penumpang tetap angkot sebelum bertugas ke Polres Way Kanan ,ternyata pola kehidupan Lusianto yang selalu mengajarkan kepada keluarnya untuk hidup sederhana tidak malu mencari rezeki halal dan jangan mengeluh selalu bersukur atas pemberian Tuhan Agar mendapat berkah menunjukkan betapa bersahajanya Lusiyanto sebagai imam dalam keluarga.

Berbanding terbalik dengan pola kehidupan yang dilakukan oleh kedua TSK Oknum TNI yang merenggut nyawa ke tiga anggota Polisi, begitu mewah dan glamor fakta itu bukan isapan jempol semata atau upaya memfitnah, seperti yang saat ini sedang terjadi diterima oleh ke tiga almarhum anggota Polisi Polres Way Kanan Polda Lampung.

Terutama kopka BS yang aktif di media sosial memposting segala aktivitas kesehariannya termasuk memamerkan dua mobil mewah yang harganya bisa mencapai Rp 500 juta dan dua senjata api ,laras panjang serta pendek yang berada pada dirinya tak lupa pula mempromosikan tempat judi sambung ayam diduga dikelola oleh kedua Oknum TNI LB dan BS .

Adanya informasi menyebar dan viral terkait bagi bagi uang dari tempat judi sambung ayam mengalir ke Polsek dan Koramil seperti ucapan kapendam II Sriwijaya Kolonel Inf Eko Syah Putra Seregar dari hasil keterangan dua saksi oknum TNI yang sudah diamankan, kompolnas dan Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika S.H .,S.I.K M.Si menyikapinya dengan serius isu itu yang memungkinkan bisa menjadi fitnah apabila tidak disertai dengan bukti yang cukup.

Kompolnas dan Kapolda berharap agar tim gabungan fokus terlebih dahulu terhadap penghilangan nyawa seseorang atas perbuatan sengaja dua oknum TNI,yang didasari olah TKP tim gabungan ditemukan nya alat bukti serta kesaksian zulkarnaen yang berada dilokasi judi sambung ayam melihat kedua oknum itu membawa senjata api hingga berita ini diturunkan belum ditetapkan sebagai TSK ,bukan malah berupaya mengalihkan pandangan publik atas tindak pidana pembunuhan berbalik seolah akar permasalahan pembunuhan itu adanya bagi bagi uang haram yang mengalir ke Polsek dan Koramil.

 

( Tim Wartawan Investigasi Lampung )