Sukabumi Jawabarat Bhayangkaranews24.id-Oknum aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) kabupaten sukabumi, diduga mematok harga hingga juataan rupiah untuk pembuatan design gambar berikut Rencana Anggaran Belanja ( RAB), sebagai acuan dalam penganggaran biaya pembanguna agar dapat dihitung dengan lebih akurat dalam merealisasikan bantua keuangan provinsi (Banprov),Juamat 23-08-2024

Menurut salah satu Kades yang berada di Kecamatan kalapanungal meminta bantuan kepada pihak Disperkim untuk membuatkan gambar dan RAB biar perencanaan pembangunan berjalan sesuai dengan gambar dan spesifikasi yang sudah ditentukan seperti upah tenaga kerja, hingga harga bahan dan alat”lantas kami pun menanyakan RAB yang tidak selesai-selesai,justru malah oknum pegawai dinas Perkim tersebut meminta uang sebesar Rp 2 juta,” Jelasnya
Lanjut Kades, karena saya belum ada uang yang di minta oknum pegawai dinas ,kami pun memohon keringanan sebesar Rp 1 juta untuk mendapatkan Gambar dan RAB tetsebut ,tapi pihak Disperkim tidak mau menerima,untuk berjalannya proses pembangunan saya berusaha mentransfer uang sebesar Rp 1,5 juta,”katanya
Hal senada di ungkapkan salah seorang kades yang ada wilayah Kabandungan,menurutnya untuk gambar dan RAB pembanguna yang anggaranya bersumber dari Banprov ,itu harus dinas perkim yang membuatanya dengan harganya yang lumayan sekitaran 2 juta ,” Singkatnya.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Penataan Bangungan Perkimsih Ari Hamzah Abdul Wafi mengatakan, jika benar ada beberapa desa yang meminta bantuan untuk legalitas perencanaan design dan RAB untuk infrastuktur bantuan provinsi.
“Ya betul ada beberapa desa yang meminta bantuan untuk perencanaan dan legalitas. Tapi kami tidak melakukan pungutan untuk hal tersebut,”jelasnya
Salanjutnya, saat awak media mempertanyakan perihal kewajaran terkait dugaan pembayaran hingga jutaan rupiah, ia mengatakan,” menurut saya jika nominalnya segitu tidak wajar,” ucapnya
“Jika memang ada oknum seperti itu di pihak kami, laporkan saja nanti akan saya tindak tegas,”sambungnya
Lebih lanjut. Ari menyampaikan, selama ini kita tidak pernah menekan harus meminta, kita selalu kedepankan bantu desa.
“Nah perkara nanti pihak desa ngasih selama itu wajar menurut saya sah- sah saja namanya juga membantu kan diluar dinas,” tandasnya
Kabiro:Doels
Wartawan:Rab Ripaldo


