Foto: Foto Jembatan Pentuk Setelah Selesai Dibongkar.
MINSEL -bhayangkaranews24.id – Pembangunan jembatan Pentuk yang berada di desa Lopana kecamatan Amurang Timur kabupaten Minahasa Selatan adalah salah satu proyek nasional yang memakan anggaran kurang lebih 16 Milyar.

Foto: Direksi Keet PT Pentagon Terang Asri Di Lokasi Pekerjaan jembatan.
PT. Pentagon merupakan perusahaan konstruksi yang mendapat kesempatan dalam pengerjaan ini, dan CV Leilem Jaya merupakan Sub Kontraktor yang dipercayakan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai perjanjian antara kedua perusahaan.

Foto: Kondisi Alat Berat Crane yang dipakai dalam pembongkaran jembatan pentuk.
Terinformasi bahwa perjanjian antara kedua perusahaan tersebut, pada awalnya CV Leilem Jaya sebagai sub kontraktor melaksanakan pekerjaan dari awal pembongkaran hingga pergantian atau pemasangan jembatan yang baru.
Namun pihak pemegang tender dalam hal ini PT. Pentagon Terang Asri, menilai bahwa CV Leilem Jaya terkesan memperlambat pekerjaan, padahal kontrak kerja hanya memakan waktu 253 hari kerja, atau kurang lebih 8 bulan, sementara pekerjaan pembongkaran sudah memasuki bulan ke tiga belum terselesaikan.
Menurut fakta dilapangan bahwa salah satu keterlambatan pekerjaan pembongkaran tersebut disebabkan oleh alat berat Crane yang dipakai, yang seharusnya mempercepat pekerjaan, malah sering rusak karena kondisi Crane yang sudah tua, dan dinilai tidak layak dalam pekerjaan tersebut.
Menurut salah satu perwakilan perusahaan PT Pentagon Terang Asri, bahwa, selain terkendala dengan alat berat tersebut, pihak pengatur pekerjaan dilapangan yang ditangani langsung oleh pemilik perusahan sub kontraktor berinisial NL, tidak bisa mengatur pekerjaan dilapangan, dan sering bermasalah dengan orang lapangan.
Dengan melihat situasi tersebut, maka pihak PT. Pentagon Terang Asri cepat mengambil langkah untuk memberhentikan pihak sub kontraktor yang dinilai tidak mampu melaksanakan pekerjaan.
Daripada nanti bermasalah dengan waktu yang diberikan, lebih baik kami putuskan kontrak kerja dengan pihak sub kontraktor, membongkar saja bisa terlambat, apalagi memasang konstruksi jembatan, ucap salah satu perwakilan perusahan pemegang kontrak.
Masyarakat ingin pekerjaan pembangunan jembatan ini, bisa terselesaikan dengan cepat, tapi kalau kondisi dilapangan seperti ini, labih baik diganti saja pihak sub kontraktornya, kami akan berusaha untuk bekerja cepat, karna ini adalah jalan trans Sulawesi, ucap mereka.
Robby.



