SIBORONGBORONG — bhayangkaranews24id,Wujud nyata komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali dibuktikan di jajaran pemasyarakatan. Lapas Kelas IIB Siborongborong menggelar kegiatan Panen Raya Bawang Merah yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas bersama seluruh jajaran pejabat struktural dan petugas, serta melibatkan secara aktif para warga binaan pemasyarakatan, Senin (3/8/2026).
Kegiatan panen raya ini merupakan implementasi riil dalam mendukung salah satu dari 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada sektor ketahanan pangan. Langkah strategis ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mewujudkan misi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dari berbagai lini, termasuk di dalam lembaga pemasyarakatan.
Di atas lahan pembinaan asimilasi, hamparan tanaman bawang merah tumbuh subur berkat ketekunan para warga binaan yang sebelumnya telah dibekali dengan pelatihan keterampilan pertanian intensif. Keberhasilan ini tidak lepas dari transfer ilmu dan pendampingan yang diberikan oleh para petugas, sehingga mampu menghasilkan komoditas hortikultura berkualitas tinggi dengan hasil panen yang sangat melimpah.
Kepala Lapas Kelas IIB Siborongborong menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras seluruh tim dan warga binaan yang terlibat dalam program pembinaan kemandirian ini.
“Panen raya bawang merah hari ini bukan sekadar pencapaian produktivitas pertanian semata, melainkan buah dari dedikasi, kedisiplinan, dan sinergi yang kuat antara petugas dan warga binaan. Melalui program pembinaan kemandirian seperti ini, kami ingin memastikan bahwa warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali keahlian produktif yang bernilai ekonomi tinggi. Bekal ini diharapkan mampu menjadi modal utama bagi mereka untuk kembali berintegrasi secara positif di tengah masyarakat setelah bebas nanti,” ujar Kalapas.
Melalui keberhasilan panen raya ini, Lapas Kelas IIB Siborongborong optimis dapat terus konsisten mengembangkan program pembinaan berbasis kemandirian pangan, sekaligus membuktikan bah



