Bhayangkaranews24.id, Sukabumi, – 25 November 2023 — Dalam koreografi dinamis pejuang lingkungan, Ocean Young Guards (OYG) menggelar Blue Carbon Journey 2023 yang bukan hanya menghentak, tetapi juga meninggalkan dampak berkepanjangan selama dua hari penuh aksi pada bulan November 2023.

 

Diiringi oleh para mitra pilihan seperti Trash Ranger Indonesia, Indonesia Geopark Youth Forum, Save the Children Indonesia, BEM Kema Universitas Padjajaran Departemen Lingkungan Hidup, dan Child Campaigner Jawa Barat.

 

Acara ini bukan sekadar perhelatan, melainkan panggung aksi untuk perubahan nyata.

Blue Carbon Journey adalah tonggak respons terhadap dampak perubahan iklim pada ekosistem penting, seperti hutan mangrove dan terumbu karang. Ekosistem ini bukan hanya sebagai penghalang alami terhadap badai, tetapi juga menopang keanekaragaman hayati.

 

Dengan fokus pada kebutuhan mendesak masyarakat nelayan Teluk Ciletuh, OYG merancang program komprehensif yang merangkum pelestarian lingkungan, mitigasi iklim, dan pendidikan.

Dimulai dengan semangat tinggi, para mentor dari Ocean Young Guards dan kolaborator mengajak anak-anak sekolah dasar setempat dalam pengalaman belajar interaktif. Sorak-sorai meriah dan uji prates menjadi katalis kegigihan anak-anak, membuka hari pertama dengan energi penuh semangat.

Stasiun pendidikan, “Post to Post Education” menjadi panggung tak terlupakan. Memperkenalkan kehidupan laut melalui stiker yang memukau, sesi bercerita yang memikat, hingga merawat empati terhadap lingkungan laut.

 

Peserta tak hanya menjelajahi, tetapi meresapi keindahan habitat laut, memahami keanekaragaman tumbuhan, dan menyadari keterkaitan erat tindakan manusia dengan harmoni lingkungan.

Momen belajar sambil bersenang-senang telah selesai, para mentor pun melanjutkan aksi dengan terlibat aktif dalam penanaman vegetasi berupa mangrove. Pengalaman langsung ini tak hanya melibatkan mereka dalam pengendalian abrasi pantai, tetapi juga membuka wawasan tentang peran penting mangrove dalam mengurangi emisi karbon dioksida, yang akrab disebut sebagai “blue carbon.” Perubahan iklim dan efektivitas perdagangan karbon dari berbagai sudut pandang pun turut menjadi pokok pembahasan dalam ruang diskusi terpimpin yang menegaskan komitmen untuk merangsang pemikiran kritis dan pemahaman yang mendalam.

 

Pada hari berikutnya, kolaborasi berubah menjadi tindakan nyata. Trash Ranger Indonesia dan mitra lainnya menyatu untuk pembersihan area pantai, memberikan sorotan pada pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pantai. Peserta dari berbagai latar belakang bergerak aktif membersihkan sampah plastik, menggarisbawahi urgensi manajemen sampah yang bertanggung jawab.

 

Tak berselang, inisiatif penanaman kembali terumbu karang berbasis masyarakat terungkap dengan megah. Melalui kemitraan erat dengan nelayan lokal, misi ini bertujuan memulihkan dan meningkatkan terumbu karang yang terancam di perairan Teluk Ciletuh. Pendekatan kolaboratif bukan hanya memanfaatkan keahlian lokal, melainkan menanamkan rasa kepemilikan dan kebanggaan dalam komunitas, memastikan keberlanjutan restorasi terumbu karang.

 

Program terus berlanjut dengan ekspedisi khusus ke Pulau Kunti, memberikan peserta pengalaman eksplorasi dan apresiasi terhadap keindahan alam di sekitar. Aktivitas snorkeling dan observasi spesies tanaman dan hewan membuka mata peserta tentang pentingnya ekosistem laut dan kebutuhan akan praktik lingkungan yang bertanggung jawab.

Semangat kolaboratif semakin diperkaya dengan kehadiran berpengaruh dari Michel Purnama, sosok Educational Influencer, dan Reyditha Amelia, Activist Influencer sekaligus Ajudan Millenial Gubernur Jawa Barat. Kini menjadi brand ambassadors OYG, keduanya membawa semangat dalam pendidikan dan aktivisme, memperkuat misi OYG dan mengilhami tindakan kolektif.

Regina, Leader of the Trash Rangers Indonesia, melontarkan kebanggaannya sebagai salah satu kolaborator dalam Blue Carbon Journey 2023, Geopark Ciletuh. Baginya, acara ini bukan hanya kesempatan untuk bertemu dengan pemuda berpotensi, melainkan juga pintu gerbang untuk membuka wawasan mendalam tentang tantangan iklim di Indonesia.

Lebih dari itu, Regina menggambarkan acara ini sebagai panggung membangun relasi yang kuat dengan mitra kolaborator.

Kolaborasi antara Ocean Young Guards, Trash Ranger Indonesia, dan mitra lainnya selama Blue Carbon Journey 2023 mencerminkan tekad bersama untuk kepemimpinan lingkungan, partisipasi masyarakat, dan pendidikan pemuda. Program ini berhasil menyatukan pembelajaran interaktif, tindakan lingkungan, dan partisipasi masyarakat, meninggalkan dampak yang tak terlupakan pada peserta serta memberikan sumbangan berarti pada tujuan mitigasi iklim dan pelestarian. Kolaborasi ini bukan sekadar sebuah langkah, melainkan sebuah cerminan kekuatan bersama dalam menghadapi tantangan iklim dan mewujudkan perubahan positif.

 

(242/Damian/BN24)