Jakarta bhayangkaranews24.id Yayasan Pembina Model Indonesia (YAPI) resmi membuka rangkaian ajang Indonesia Top Model 2025 dengan mengusung tema besar “Generasi Budaya”, sebuah konsep yang menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal melalui dunia modeling dan seni pertunjukan.

Ketua Umum YAPI dr. Suci Budhiani, SP.DVE, M.Kes, menjelaskan bahwa tahun ini ajang tampil berbeda dibanding penyelenggaraan sebelumnya.(29/11/2025).

“Jika tahun lalu kami mengangkat etnik dan warna, maka tahun ini seluruh penampilan peserta harus membawa unsur budaya autentik dari daerah masing-masing. Kami ingin generasi muda kembali mengenal dan bangga dengan budaya Indonesia,” ujarnya.

Seleksi Tanpa Nepotisme & Tanpa Pembayaran, YAPI menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan sepenuhnya profesional.

“Kami tidak mencari uang. Tidak ada bayar-bayar, tidak ada titip-titipan. Semua dinilai berdasarkan talent, attitude, dan kualitas,” ujar perwakilan senior YAPI dalam sesi konferensi pers.

 

Dewan juri tahun ini melibatkan nama-nama dari berbagai profesi, antara lain:

Brigjen Pol. Dr. Victor Pudjiadi, SPB, FICS, DFM – Juri pembina YAPMI

dr. Suci Budhiani – Juri & Ketua Umum

Congki Perwira – Pencipta lagu

Rusniawari Ayu Syahfitri, SH, MH – Pengacara

Mellyanti – Senior model & alumni

Designer Greas – Desainer tamu

Sirip – Sponsor Museum Listrik & Energi Baru

Papua Pemecah Rekor Peserta Terbanyak

Tahun ini mencatatkan sejarah baru: Papua menjadi provinsi dengan peserta terbanyak sepanjang 45 tahun YAPI berdiri, dengan dukungan langsung dari pemerintah daerah. Para peserta membawa kreativitas budaya masing-masing, mulai dari ornamen Cendrawasih hingga motif khas nusantara.

Kolaborasi dengan Museum Listrik & Energi Baru

Indonesia Top Model 2025 bekerja sama dengan Museum Listrik & Energi Baru (MLEB) Taman Mini, yang dinilai sejalan dengan misi edukasi budaya.

GM MLEB menyampaikan,

“Museum Listrik tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga memiliki nilai budaya. Kami ingin generasi muda yang datang mendapatkan inspirasi dan pengalaman baru.”

Kategori Peserta Lengkap dari Anak Hingga Dewasa

Ajang ini membuka empat kategori:

Manakids (3–6 tahun)

Kategori B (7–10 tahun)

Kategori C (11–14 tahun)

Peragawan/Peragawati (15–25 tahun)

Seluruh peserta wajib menampilkan busana budaya sebagai bentuk edukasi dan pengenalan kekayaan nusantara.

 

Harapan 2026: Grand Final di Ibu Kota Nusantara (IKN)

YAPI berharap penyelenggaraan tahun 2026 dapat digelar di IKN sebagai simbol kebangkitan baru dunia fashion dan model Indonesia.

“Kami ingin Indonesia Top Model menjadi ajang kebanggaan nasional dan pembuka di IKN. Semoga pemerintah pusat dan sponsor mendukung,” ujar pihak YAPI.

Penampilan Para Alumni

Barbie Kumalasari, sebagai alumni dan tamu kehormatan, tampil dengan busana rancangan Dian Gallery, rias oleh Candra Chaniago, dan hairdo oleh Ade, sebagai bentuk apresiasi terhadap perkembangan YAPI.

 

joSSer ( RH 238 )