Langsa- News Bhayangkara24-Pasalnya, Suriyati Harahap mempunyai kartu keluarga sejahterah (KKS) sementara kartu tersebut matinya pada tahun 2025 namun yang uniknya dari persoalan suriyati harahap, bantuan hanya sampai di tahun 2023 saja.
Sementara awak media konfirmasi kepada suriyati harahap beliau mengatakan dirinya di duga dizolimi oleh perangkat desa dan dinas sosial, karena beliau menyuruh suaminya yang bernama muslim untuk menanyakan keperangkat desa (keplor dusun bersama desa belang senibong kota langsa) , ada pun yang dita yakan suaminya kenapa undangan untuk terima bantuan beras dari kantor pos tidak diberikan kepada saya, mamun keplor mengatakan dengan perkataan yang tidak dapat kami terima ” kalau anda tidal mendaptkan undangan, berarti nama anda sudah tidak ada lagi” ungkap keplor
Kemudian suami saya pergi kekantor dinas sosial untuk menanyakan, kenapa kami tidak dapat undangan pengambilan beras dikantor pos, namun kantor dinas sosial mengatakan kepada suami saya, “itu tanggung jawab dari kementerian sosial” ungkap suriyati harahap sambil meniru ucapan suaminya yang pernah pergi dan berdialog kepada petugas PKH yang berada di dinas sosial kota langsa.
Suriyati harahap dan suaminya (Muslim) merasa keluarganya seolah-olah ada unsur dugaa di bola-bolain oleh petugas desa dan
petugas PKH di dinas sosial.
Setau kami, data keluarga sejahterah diambil dari desa oleh badan pusat Statistik (BPS) untuk dimasukan ke data terpadu kesejahterahan sosial (DTKS) namun kenyataannya mereka di duga tidak mau mengakui hal tersebut.
Harapan kami kepada menteri sosial agar petugas PKH yang ada dikota langsa di ambil sikap tegas agar mereka betul-betul berkerja dengan benar. jangan lepas tanggung jawab terhadap permasalahan saya ini dan kalau bisa pertahanan pangan di desa diberikan kepada kami yang tidak menerima undangan pengambilan beras dikantor pos, tetapi kenyataannya tidak begitu, kami seolah-olah di buat kelaparan di desa kami,ungkapnya suriyati harahap dengan tegas” (zul)



