Kemiri, TangerangBhayangkaranews24.id, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kemiri, Ustadz Ahmad Mujib Naqib, menginstruksikan seluruh jajaran pengurus MWCNU serta Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan rutin Pengajian Majelis Mudzakarah Muhtadi Cidahu Banten (M3CB) yang digelar setiap pekan.

 

Instruksi tersebut disampaikan sebagai bentuk penguatan komitmen keilmuan sekaligus mempererat tali silaturahmi di tengah dinamika dan kesibukan para pengurus, baik dari unsur struktural maupun non-struktural Nahdlatul Ulama di wilayah Kemiri.

 

Menurut Ustadz Ahmad Mujib Naqib, kehadiran dalam forum M3CB bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan menjadi ruang strategis untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus memperkuat ukhuwah Nahdliyyah.

 

“Majelis ini menjadi sarana penting untuk memperkaya wawasan keislaman kita, sekaligus menjaga kebersamaan dan kekompakan di lingkungan Jam’iyyah Nahdliyin,” ujarnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa semangat kebersamaan dalam majelis tersebut sejalan dengan firman Allah SWT:

 

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

 

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Ma’idah: 2)

 

Tradisi yang berkembang dalam Majelis Mudzakarah Muhtadi Cidahu Banten juga sarat dengan nilai-nilai khas pesantren Ahlussunnah wal Jama’ah. Kegiatan diawali dengan pembacaan silsilah, dilanjutkan dengan pembacaan Asma Badar yang diyakini penuh keberkahan.

 

Tak hanya itu, forum ini juga diisi dengan pembacaan kitab-kitab klasik (kitab kuning) sebagai ciri khas keilmuan pesantren, serta sesi diskusi interaktif yang membahas persoalan lafadziyah (tekstual), murodiyah (makna yang dimaksud), dan wuqu’iyah (kontekstual atau realitas yang terjadi di masyarakat).

 

Dengan pola tersebut, M3CB dinilai mampu menjadi ruang dialektika ilmiah yang menantang bagi para kiai dan pengurus senior, sekaligus memberikan wawasan produktif bagi seluruh kader Nahdliyin di Kecamatan Kemiri.

 

“Ini adalah forum yang hidup, penuh dinamika keilmuan, sekaligus menjadi ladang khidmah bagi kita semua dalam menjaga tradisi keilmuan Aswaja,” tambahnya.

 

Dorongan kuat dari Ketua MWCNU Kemiri ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi aktif seluruh pengurus, sehingga keberadaan Majelis Mudzakarah Muhtadi Cidahu Banten semakin memberikan dampak positif bagi penguatan keilmuan dan soliditas Jam’iyyah Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan dan Tingkat Ranting Desa-desa Se-Kecamatan kemiri.

 

(AM-212)