KEMIRI, TANGERANG — bhayangkaranews24.id, Semangat menjaga tradisi keilmuan Islam ala pesantren terus digaungkan oleh para aktivis Majelis Mudzakarah Muhtadi Cidahu Banten (M3CB) Kecamatan Kemiri. Ketua PKC M3CB Kecamatan Kemiri, Ustadz Asep Saepulloh, resmi membuka kegiatan pengajian rutin yang perdana digelar di Majelis Ta’lim pimpinan Gus Hilmi Rahmatullah, Kampung Benyawakan RT 06 RW 06 Desa Klebet, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang.

 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai tersebut dihadiri oleh para tokoh agama, aktivis M3CB, santri, dan masyarakat sekitar. Turut hadir Gus Hilmi Rahmatullah selaku tuan rumah dan salah seorang pimpinan pondok pesantren ternama di Kecamatan Kemiri, Ustadz Rohmat Aktivis M3CB Kecamatan Kemiri, Ustadz Ahmad Mujib selaku Ketua MWCNU sekaligus aktivis M3CB Kecamatan Kemiri, Ustadz Syarif Aktivis M3CB Kecamatan Kemiri, serta para santri.

 

Ustadz Asep Saepulloh Ketua PKC M3CB Kecamatan Kemiri Mengatakan, Pada Kesempatan Perdana ini setelah melalui masa libur yang lumayan panjang, Kami Berharap Para Pengurus dan Seluruh Aktivis M3CB Kecamatan Kemiri bisa untuk bersama-sama Menghidupkan Kembali Kegiatan Pengajian yang di inisiasi M3CB ini, Karena pengajian ini diharapkan mampu membangkitkan semangat juang para Santri seperti yang dilakukan para ulama terdahulu yakni menghidupkan agama dengan ilmu dan bermusyawarah.”Singkatnya

 

Meski persiapan acara terbilang singkat dan sederhana, suasana pengajian tetap berlangsung meriah, hangat, dan penuh kekeluargaan. Jamaah tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.

 

Acara diawali dengan pembacaan silsilah sebagai bentuk penghormatan terhadap sanad para ulama dan masyayikh, dilanjutkan pembacaan Asma Badar bersama yang dipimpin langsung oleh Ketua PKC M3CB Kecamatan Kemiri, Ustadz Asep Saepulloh.

 

Selanjutnya jamaah mengikuti pembacaan Kitab I’anatut Thalibin Juz 1 pada bagian muqaddimah sebagai upaya memperkuat pemahaman ilmu fiqih dan menjaga tradisi pengajian kitab kuning di tengah masyarakat. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan makan bersama yang semakin mempererat ukhuwah antarjamaah.

 

Menariknya, pengajian ini direncanakan tidak hanya terfokus di satu lokasi saja. Kegiatan nantinya akan dilaksanakan secara bergilir atau rolling dari satu majelis ke majelis lainnya di wilayah Kecamatan Kemiri agar manfaat pengajian dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan para santri di berbagai kampung.

 

Dengan konsep pengajian keliling tersebut, M3CB Kecamatan Kemiri berharap semangat menuntut ilmu, menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah, serta memperkuat silaturahmi antarulama, santri, dan masyarakat dapat terus tumbuh dan berkembang.

 

Sebagaimana dijelaskan oleh para ulama salaf dalam berbagai kitab klasik Ahlussunnah wal Jama’ah, majelis ilmu merupakan taman surga yang menjadi tempat turunnya rahmat Allah SWT. Tradisi berpindah dari satu majelis ke majelis lain dalam mencari ilmu juga menjadi bagian dari semangat para ulama terdahulu dalam menjaga keberkahan sanad dan ukhuwah Islamiyah.

 

 

 

(AM-212)